Dishub Bandung Mulai Bangun 232 Halte BRT di 22 Kecamatan

4 Min Read
Petugas mulai melakukan pekerjaan awal pembangunan halte Bus Rapid Transit (BRT) di salah satu ruas jalan Kota Bandung sebagai bagian dari pengembangan transportasi massal di kawasan Cekungan Bandung.

, ReaksiNasional.com – Dinas Perhubungan Kota Bandung mulai mengerjakan pembangunan halte untuk layanan Bus Rapid Transit (BRT) sebagai bagian dari pengembangan transportasi massal di kawasan Cekungan Bandung, Jawa Barat. Total terdapat 232 titik halte yang akan dibangun di wilayah Kota Bandung dan tersebar di 22 kecamatan.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana , Ferlian Hadi, menjelaskan pembangunan halte tersebut merupakan bagian dari proyek yang digagas Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk pengembangan layanan BRT di kawasan metropolitan Bandung.

Ia menyebutkan, secara keseluruhan terdapat 256 titik halte off corridor di wilayah Cekungan Bandung. Dari jumlah tersebut, 232 titik berada di Kota Bandung, sedangkan 24 titik lainnya berada di Kota Cimahi.

Menurut Ferlian, halte yang dibangun terbagi dalam tiga jenis. Dari total halte di Kota Bandung, sebanyak 172 titik berupa bus pole atau penanda halte berbentuk tiang, 80 titik berupa small shelter, serta empat titik berupa big shelter.

Empat halte berukuran besar tersebut direncanakan berada di lokasi strategis, yaitu di kawasan Stasiun Hall Bandung, Jalan Merdeka, Summarecon Mall Bandung, dan Stasiun Kiaracondong.

Berdasarkan status jalan, pembangunan halte juga tersebar di berbagai jenis ruas jalan. Sebanyak 38 titik berada di jalan nasional, 45 titik di jalan provinsi, dan 149 titik berada di jalan kota.

Selain halte off corridor, proyek ini juga mencakup pembangunan halte on corridor yang berada di jalur khusus BRT dengan konsep jalur terpisah menggunakan separator, serupa dengan sistem busway. Jumlah halte on corridor tersebut diperkirakan mencapai sekitar 37 titik.

Ferlian menjelaskan bahwa halte off corridor akan menggunakan sistem lalu lintas campuran atau mix traffic bersama kendaraan lain, sedangkan halte on corridor berada di jalur khusus yang dipisahkan dari arus kendaraan umum.

Saat ini pembangunan halte off corridor sudah mulai dilakukan di sejumlah lokasi di Kota Bandung. Berdasarkan data Dishub, setidaknya terdapat sekitar 27 titik yang telah memasuki tahap pengerjaan awal.

Beberapa titik tersebut berada di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, sekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jalan Ramdan, BKR, Wastukancana, Dago, serta Jalan Merdeka. Pekerjaan yang dilakukan saat ini masih berupa pembongkaran dan persiapan lahan.

Berdasarkan timeline dari Kementerian Perhubungan, pembangunan baik on corridor maupun off corridor ditargetkan dapat rampung pada akhir 2026.

Dalam proyek tersebut, Pemerintah Kota Bandung turut mendukung proses pembangunan dengan membantu perizinan serta penyiapan lahan yang dibutuhkan.

Setelah pembangunan selesai, pengelolaan layanan BRT akan berada di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Saat ini Dishub Provinsi Jawa Barat telah menunjuk PT Jasa Sarana sebagai operator sementara untuk pengoperasian layanan tersebut.

Ke depan, layanan BRT juga akan diintegrasikan dengan sistem transportasi yang sudah ada di Kota Bandung. Angkutan kota direncanakan berfungsi sebagai feeder yang mengantarkan penumpang menuju koridor BRT.

Selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat diimbau tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi proyek. Masyarakat juga dapat menyampaikan keluhan atau masukan terkait pembangunan melalui layanan aduan di nomor 0813-1436-704.

Share This Article