Dekranasda Jateng Boyong 12 Peserta ke Dekranas Expo di Makassar

3 Min Read
Ketua Dekranasda Jawa Tengah Hj. Nawal Arafah Yasin memimpin rapat koordinasi persiapan Paviliun Jawa Tengah untuk HUT ke-46 Dekranas di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (22/5/2026).

SEMARANG, ReaksiNasional.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menyiapkan 12 peserta untuk mengikuti HUT ke-46 Dekranas di Trans Studio Mall, Makassar, Sulawesi Selatan, pada 9-12 Juli 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi upaya memperluas pasar produk kerajinan unggulan Jawa Tengah sekaligus memperkuat promosi UMKM daerah.

Ketua Dekranasda Jawa Tengah Hj. Nawal Arafah Yasin mengatakan, seluruh peserta akan tergabung dalam satu area promosi bernama Paviliun Jawa Tengah. Paviliun tersebut akan menampilkan beragam produk unggulan dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

“Dari 12 stan ini akan menjadi satu sentral, menjadi Paviliun Jawa Tengah. Di sini nanti ada keterwakilan produk dari 35 kabupaten/kota, termasuk hadir juga dari BI, Bank Jateng, dan 10 Dekranasda kabupaten/kota,” ujar Nawal seusai Rapat Koordinasi Acara Rangkaian HUT Dekranas di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (22/5/2026).

Menurut Nawal, keikutsertaan dalam Dekranas Expo menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM dan pengrajin untuk memperluas akses pasar. Sejumlah daerah akan membawa produk andalan masing-masing, mulai dari batik asal Sragen hingga bordir dari Kudus.

“Potensi-potensi ini kita kurasi. Yang belum terakomodasi tadi juga saya minta untuk diakomodasi, seperti sepatu rajut dari Magelang, yang menurut saya layak dibawa ke Makassar,” katanya.

Nawal optimistis pameran tersebut mampu membuka pasar baru bagi pengrajin Jawa Tengah. Hal itu sejalan dengan semangat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin dalam mendorong penguatan UMKM serta produk kerajinan daerah. Namun, ia mengingatkan adanya tantangan yang kerap muncul setelah permintaan meningkat, yakni menjaga kualitas dan kuantitas produk.

“Semakin banyak pesanan, kadang pengrajin tidak mampu memenuhi kuantitas. Ini yang harus didampingi setelah expo,” ungkap Nawal.

Selain mendorong promosi, Dekranasda Jateng bersama Bank Indonesia juga akan melakukan monitoring terhadap transaksi dan tindak lanjut hubungan dengan pembeli. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan pelanggan tetap bagi para pengrajin setelah pameran selesai.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, daya beli masyarakat dalam ajang serupa cukup tinggi sehingga produk UMKM Jawa Tengah kerap habis terjual. Pada pameran tahun 2025, total penjualan produk Jawa Tengah tercatat mencapai Rp926.738.490.

“Kesempatan ini jangan disia-siakan. Biasanya kita pulang barang sudah habis, karena daya beli di sana tinggi,” ujarnya.

Nawal juga mengapresiasi komitmen kabupaten/kota yang memilih bergabung dalam Paviliun Dekranasda Jawa Tengah, meski memiliki potensi untuk membuka stan secara mandiri. Menurutnya, kebersamaan itu menunjukkan semangat keguyuban dalam mempromosikan produk unggulan daerah.

“Ini bentuk keguyuban Jawa Tengah. Produk-produk kabupaten/kota kita luar biasa dan sebenarnya sangat mungkin untuk tampil sendiri,” bebernya.

Adapun konsep Paviliun Jawa Tengah pada Dekranas Expo kali ini mengusung tema “Kampung Joglo”. Nantinya, setiap stan juga akan menyuguhkan kudapan atau minuman khas daerah sebagai bagian dari promosi budaya dan potensi lokal Jawa Tengah.

Share This Article