Datangi Warga Nglebak Gotong Royong Perbaiki Jalan, Bupati Blora Bantah Tudingan Cari Konten

4 Min Read

, ReaksiNasional.com – Kunjungan Bupati Blora Arief Rohman ke Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, menuai sorotan di media sosial setelah dirinya dituding sekadar mencari konten di tengah aksi gotong royong warga yang memperbaiki jalan secara swadaya. Namun, tudingan tersebut dibantah oleh pemerintah daerah maupun warga setempat.

Kedatangan Arief Rohman bersama Wakil Bupati Sri Setyorini dilakukan menyusul viralnya aksi warga yang secara mandiri memperbaiki ruas jalan Menden–Megeri dan Getas Kalikangkung melalui iuran dan gotong royong. Aktivitas tersebut ramai diperbincangkan setelah diunggah melalui akun TikTok Nglebak Official.

Warga Desa Nglebak secara sukarela menyumbangkan berbagai kebutuhan pembangunan, mulai dari material seperti semen dan pasir, bantuan dana, tenaga kerja, hingga konsumsi. Pengerjaan dilakukan secara bergantian setiap hari, terutama pada sore hingga malam hari, dengan koordinasi perangkat desa yang juga mencatat seluruh bantuan secara transparan.

Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, menjelaskan bahwa gerakan tersebut bermula dari rapat tingkat RT di Dusun Kalikangkung yang menyepakati pembangunan jalan secara swadaya. Ia menegaskan bahwa partisipasi warga menjadi kunci utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Saat meninjau lokasi, Bupati Arief bersama rombongan berjalan kaki mengelilingi kampung untuk melihat langsung proses pembangunan jalan rabat beton. Dalam kesempatan itu, ia langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum untuk mengirimkan material tanah grosok guna membantu pengurugan bahu jalan sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif warga.

Selain itu, Arief juga menyerahkan bantuan berupa 300 sak semen. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk kepentingan konten, melainkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan nyata terhadap gotong royong masyarakat.

“Saya datang ke Nglebak tidak semata-mata untuk membuat konten, tetapi untuk memberi apresiasi dan bantuan. Kami juga memerintahkan OPD membantu material grosok,” ujar Arief.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Kepala Desa Eko Puryono yang menyebut kehadiran bupati justru membawa manfaat langsung bagi pembangunan jalan. Menurutnya, kunjungan tersebut juga dilakukan atas undangan pemerintah desa.

“Pak Bupati datang ke sini diundang dan membawa bantuan nyata berupa semen dan material lainnya untuk perbaikan jalan,” jelasnya.

Arief juga mengakui bahwa kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Blora masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah daerah, mengingat luas wilayah yang mencakup 16 kecamatan dan 295 desa/kelurahan. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ruas jalan yang belum tertangani.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah berkomitmen mengupayakan perbaikan jalan di Desa Nglebak melalui anggaran perubahan tahun 2026 atau paling lambat pada 2027. Selain itu, pihaknya juga akan mengusulkan pembiayaan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).

Lebih jauh, Arief menyebut wilayah Menden, termasuk Desa Nglebak dan Megeri, akan didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, terlebih dengan adanya Proyek Strategis Nasional di kawasan tersebut yang dinilai akan meningkatkan kebutuhan infrastruktur jalan.

Desa Nglebak sendiri dikenal sebagai sentra pertanian tebu di Kecamatan Kradenan. Mayoritas warganya menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan peternakan, sehingga keberadaan infrastruktur jalan yang memadai sangat penting untuk menunjang distribusi hasil produksi.

Secara geografis, aktivitas ekonomi warga lebih banyak mengarah ke wilayah Ngawi, Jawa Timur, karena jarak tempuh yang lebih dekat sekitar 10 kilometer dengan waktu perjalanan 30 menit, dibandingkan ke pusat Kabupaten Blora yang berjarak sekitar 55 kilometer dengan waktu tempuh hingga dua jam.

Melalui kunjungan tersebut, pemerintah daerah berharap model gotong royong swadaya masyarakat yang dilakukan warga Desa Nglebak dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam membangun infrastruktur secara partisipatif.

Share This Article