SEMARANG, ReaksiNasional.com – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah menargetkan pembentukan klinik kesehatan di seluruh 35 kabupaten/kota melalui Lembaga Kesehatan Ansor (LKA), menyusul suksesnya program Khitan Ceria yang memberikan pelayanan khitan kepada 770 anak di Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang, Sabtu (27/6/2026).
Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Dr. M. Shidqon Prabowo, SH, MH, mengatakan keberhasilan program Khitan Ceria menjadi bukti besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan sosial yang mudah diakses, aman, dan profesional. Ia mengapresiasi LKA sebagai penggagas kegiatan yang berkolaborasi dengan RSI Sultan Agung Semarang.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Shidqon itu, pembentukan LKA dilatarbelakangi keinginan menyediakan ruang pengabdian bagi dokter muda dan tenaga kesehatan yang ingin berkontribusi kepada masyarakat.
“Saya melihat banyak dokter muda yang membutuhkan wadah untuk mengabdi. Karena itu kami berinisiatif membentuk Lembaga Kesehatan Ansor, yang fokus pada pelayanan kesehatan dan pengabdian sosial kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, LKA merupakan salah satu lembaga yang dibentuk sejak awal kepengurusan PW GP Ansor Jawa Tengah untuk memperkuat pelayanan masyarakat di bidang kesehatan. Selama ini, LKA telah aktif memberikan layanan kesehatan dalam berbagai aksi kemanusiaan, mulai dari penanganan korban banjir, longsor, hingga gempa di sejumlah wilayah Jawa Tengah.
Program Khitan Ceria, lanjutnya, menjadi terobosan baru yang mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Meskipun semula menargetkan lebih dari 3.333 peserta sebagai upaya memecahkan rekor MURI, keterbatasan waktu persiapan sekitar dua pekan membuat jumlah peserta yang berhasil dilayani mencapai 770 anak.
“Khitan Ceria merupakan kegiatan perdana dengan skala besar yang digagas LKA. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” katanya.
Gus Shidqon optimistis jumlah peserta dapat ditingkatkan pada pelaksanaan berikutnya apabila persiapan dilakukan lebih panjang. Tingginya antusiasme masyarakat, menurutnya, menjadi indikator bahwa layanan kesehatan berbasis organisasi kemasyarakatan masih sangat dibutuhkan.
Ke depan, PW GP Ansor Jawa Tengah akan mendorong seluruh Pimpinan Cabang GP Ansor di 35 kabupaten/kota membentuk LKA agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Kami mendorong seluruh Pimpinan Cabang GP Ansor di Jawa Tengah untuk membentuk LKA. Harapannya, setiap daerah memiliki wadah pelayanan kesehatan sendiri yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Selain membentuk struktur organisasi, GP Ansor juga menargetkan berdirinya klinik-klinik kesehatan yang dikelola LKA sebagai pusat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
“Ke depan kami bercita-cita setiap kabupaten dan kota memiliki klinik LKA Ansor. Memang prosesnya membutuhkan waktu karena harus memenuhi berbagai persyaratan, tetapi kami optimistis dalam dua tahun ke depan cita-cita tersebut mulai dapat diwujudkan,” tegasnya.
Program Khitan Ceria dinilai menjadi contoh sinergi antara organisasi kemasyarakatan, tenaga kesehatan, dan rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional sekaligus memperkuat program promotif, preventif, dan sosial bagi masyarakat.


