SEMARANG, ReaksiNasional.com – Berawal dari hobi berkebun, Ketua Pimpinan Ranting (PR) Muslimat Nahdlatul Ulama Kelurahan Bulusan Muslimat Nahdlatul Ulama, Siti Umayah, berhasil merintis usaha mandiri berupa toko bunga di rumahnya yang berlokasi di Jalan Timoho Raya 250, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Perempuan yang akrab disapa Bu Maya itu mengaku telah lama menekuni hobi merawat berbagai jenis tanaman hias. Usaha tersebut mulai dirintis sejak akhir masa pandemi Covid-19, sekitar lima tahun lalu, ketika aktivitas di luar rumah masih terbatas dan waktu luang lebih banyak dihabiskan di rumah.
Menurutnya, ide berjualan tanaman muncul secara sederhana untuk mengisi waktu luang. Awalnya, tanaman hanya dipajang di depan rumah, namun seiring waktu justru diminati pembeli dan berkembang menjadi usaha yang kini menopang ekonomi keluarga. Toko bunga tersebut sebelumnya merupakan garasi truk pasir milik suaminya yang memiliki usaha penjualan pasir.
Di toko bunga miliknya, Bu Maya menjual beragam tanaman hias seperti kaktus dan bonsai, serta bibit tanaman buah, antara lain mangga dan kelengkeng. Untuk tanaman sayuran, ia menyediakan bibit terong, tomat, cabai, serta tanaman obat keluarga. Meski memiliki lahan terbatas, hal itu tidak menjadi hambatan baginya untuk berkebun karena tanaman hias dapat ditata secara vertikal menggunakan rak, sementara sayuran ditanam di pot.
Terkait perawatan, Bu Maya mengaku belum sepenuhnya menggunakan pupuk alami. Ia menyesuaikan penggunaan pupuk dengan kebutuhan tanaman, mengingat sebagian tanaman hias sering terjual sebelum tumbuh besar. Perempuan asal Banyumeneng, Mranggen, Kabupaten Demak ini juga menyampaikan bahwa dirinya lebih nyaman berwirausaha dibandingkan bekerja di pabrik atau kantor karena dapat menyesuaikan ritme kerja dengan kondisi fisik.
Saat ini, ia tidak lagi kesulitan memperoleh pasokan tanaman dan pupuk karena telah memiliki pemasok tetap. Tanaman hias didatangkan dari kawasan Bandungan, sementara pupuk diperoleh dari Salatiga, baik dengan cara mengambil langsung maupun diantar oleh pemasok.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Tembalang Dwi Supratiwi menyatakan pihaknya terus mendorong para kader Muslimat NU agar memiliki kemandirian ekonomi. Menurutnya, perempuan tidak harus terpaku sebagai ibu rumah tangga tanpa penghasilan, melainkan dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan keluarga melalui usaha sederhana.
Dwi Supratiwi yang akrab disapa Tiwi menilai pertanian perkotaan atau urban farming memiliki banyak keunggulan, salah satunya memanfaatkan barang bekas seperti galon air atau plastik minyak goreng sebagai pot tanaman. Selain menghemat biaya, cara tersebut juga mendukung pengelolaan sampah rumah tangga.
Ia menambahkan, hasil urban farming setidaknya dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, terutama saat harga kebutuhan pokok seperti cabai melonjak menjelang tahun baru atau Hari Raya Idul Fitri. Sementara untuk tanaman hias, menurutnya, kunci utama terletak pada ketelatenan dalam perawatan, mulai dari penyiraman hingga pemupukan. (*)


