Cuaca Ekstrem Terjang Wilayah Barat Semarang, Banjir dan Longsor Rendam Permukiman Warga

3 Min Read
Relawan PMI Kota Semarang melakukan pemantauan dan evakuasi warga terdampak banjir akibat luapan Sungai Plumbon di Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis malam (15/1/2026).

, ReaksiNasional.com – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Semarang dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah barat kota. Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) , banjir merendam permukiman warga di Jalan Gunung Jati Selatan RT 1 hingga RT 8 RW 2 Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Kepala Sub Bagian Penanggulangan Bencana PMI Kota Semarang, M. Abdul Rafi, mengatakan Posko Layanan 24 Jam PMI langsung melakukan pemantauan dan asesmen di titik-titik rawan bencana setelah hujan deras berintensitas tinggi mengguyur wilayah Kota Semarang. Berdasarkan keterangan Ketua RW 02 setempat, banjir dipicu oleh luapan Sungai Plumbon yang menyebabkan rumah warga terendam air dengan ketinggian sekitar 80 hingga 100 sentimeter, sehingga pihak RW meminta bantuan PMI untuk melakukan evakuasi warga terdampak.

Hasil pemantauan relawan PMI menunjukkan, air banjir di Kelurahan Wonosari telah surut. Namun demikian, akses jalan menuju permukiman masih tertutup lumpur sisa genangan. Dalam penanganan darurat, dapur umum mandiri didirikan di RT 9 RW 2 dekat pos kamling, hasil swadaya masyarakat kelompok Jumat Berkah. Dapur umum tersebut melayani kebutuhan warga dari sekitar sembilan RT, dan saat ini sebagian besar warga telah kembali beraktivitas secara normal.

Selain banjir, intensitas hujan yang tinggi juga memicu terjadinya tanah longsor di wilayah Kecamatan Semarang Barat. Longsor terjadi di Jalan Simongan Nomor 1, Kelurahan Bojongsalaman, pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan talut longsor hingga merobohkan tembok gereja dan menimpa dua rumah warga, masing-masing milik Ferdi dan Bayu, pada bagian dapur.

Relawan PMI yang melakukan asesmen mencatat sebanyak tiga kepala keluarga dengan total 10 jiwa terdampak kejadian tersebut. Para korban terdiri dari dua perempuan dewasa, tiga laki-laki dewasa, tiga perempuan lanjut usia, satu lansia laki-laki, serta seorang balita. Kerusakan rumah akibat longsor dikategorikan sebagai rusak ringan pada bagian dapur.

Peristiwa serupa juga terjadi di Jalan Abdulrahman Saleh Nomor 180, Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 00.25 WIB. Kejadian tersebut menyebabkan kerusakan pada bagian teras rumah warga tanpa menimbulkan korban jiwa.

Kepala Markas PMI Kota Semarang, dr. Anna Kartika Y., M.Biomed, menegaskan pihaknya terus menyiagakan posko layanan kebencanaan selama 24 jam bersama para relawan sebagai langkah antisipasi potensi bencana susulan di wilayah Kota Semarang. Ia menambahkan, bantuan yang diberikan kepada masyarakat merupakan bentuk pengembalian hasil Bulan Dana PMI yang dikemas dalam program Bulan Kemanusiaan dan rutin dilaksanakan setiap tahun.

“Kami berharap seluruh layanan yang diberikan PMI dapat benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga Kota Semarang yang terdampak bencana,” tuturnya. (*)

Share This Article