REAKSINASIONAL.COM – Produksi ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dalam beberapa bulan terakhir masih berada di bawah target bulanan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pembatasan aktivitas melaut yang diberlakukan karena cuaca ekstrem dan kondisi laut yang tidak menentu.
Kepala TPI Imam Suleni menjelaskan bahwa target produksi rata-rata ikan yang masuk ke TPI mencapai sekitar 750 ton setiap bulan. Namun hingga awal tahun 2026, capaian produksi masih jauh dari target tersebut.
Ia menyebutkan, pada Januari produksi ikan tercatat sekitar 90 ton, sementara pada Februari meningkat menjadi 170 ton. Meski mengalami kenaikan, angka tersebut masih jauh dari target produksi normal bulanan.
“Selama kurang lebih tiga bulan terakhir ada imbauan untuk tidak melaut, sehingga cukup memengaruhi produksi ikan yang masuk dan dilelang di TPI,” ujar Imam Suleni.
Selain pembatasan aktivitas melaut, kondisi cuaca yang tidak menentu juga berdampak langsung terhadap hasil tangkapan nelayan. Produksi yang menurun di tengah tingginya permintaan pasar menyebabkan harga ikan di pelelangan mengalami kenaikan.
Saat ini harga ikan lemuru di pelelangan berada di kisaran Rp14.000 hingga Rp16.000 per kilogram, meningkat dari sebelumnya sekitar Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram. Sementara harga ikan layang juga naik menjadi Rp27.000 hingga Rp29.000 per kilogram dari sebelumnya berkisar Rp23.000 hingga Rp25.000 per kilogram.
Adapun harga ikan tongkol saat ini berada di kisaran Rp26.000 per kilogram. Imam menjelaskan bahwa kenaikan harga tersebut dipicu oleh tingginya kebutuhan ikan di pasar, sementara pasokan yang masuk ke TPI masih terbatas.
“Kebutuhan ikan di pasar cukup banyak, tetapi produksi yang masuk ke TPI masih minim. Jadi berapapun ikan yang dilelang biasanya langsung habis,” jelasnya.
Jenis ikan yang saat ini paling banyak dilelang di TPI antara lain tongkol dan layang. Meski demikian, jumlahnya masih belum mampu memenuhi kebutuhan pasar secara optimal.
Pihak pengelola TPI berharap produksi ikan dapat kembali normal setelah aktivitas melaut meningkat pasca Lebaran, seiring dengan kembalinya kapal-kapal nelayan beroperasi di laut dan kondisi cuaca yang lebih stabil.


