TANGERANG, Reaksi Nasional – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui sektor pendidikan. Sepanjang tahun 2025, Pemkot Tangerang tercatat telah menyalurkan bantuan sosial biaya pendidikan tinggi kepada 576 mahasiswa dari keluarga prasejahtera.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang, Mulyani, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk memastikan tidak ada generasi muda di wilayahnya yang putus kuliah akibat kendala ekonomi.
Setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan sebesar Rp6 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk meringankan beban biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), pembelian buku, hingga kebutuhan riset perkuliahan.
“Alhamdulillah, tahun ini kami bisa membantu lebih dari 500 mahasiswa asal Kota Tangerang, terutama dari keluarga prasejahtera. Bantuan ini bukan sekadar angka, melainkan komitmen menyejahterakan masyarakat melalui jalur pendidikan,” ujar Mulyani, Rabu (24/12/2025).
Sejak diluncurkan pertama kali pada 2021, program ini secara akumulatif telah membantu 1.517 mahasiswa yang tersebar di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Mulyani menegaskan, proses penetapan penerima bantuan dilakukan melalui mekanisme seleksi yang ketat. Pihaknya mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk menjamin bantuan tersalurkan tepat sasaran.
“Kami memastikan semua penerima bansos biaya pendidikan perguruan tinggi ini telah dipilih melalui seleksi yang ketat,” tegasnya.
Terkait kelanjutan program, Pemkot Tangerang menargetkan adanya peningkatan kuota penerima pada tahun mendatang. Namun, realisasi penambahan kuota tersebut akan disesuaikan dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). (*)

