Bupati Pemalang Minta Kader NU Bijak Hadapi Tantangan Zaman

3 Min Read
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menghadiri Silaturahmi Akbar dan Apel Akbar GP Ansor, Banser, Fatayat NU, dan Garfa di halaman Pendopo Disparbud Pemalang, Minggu (10/05/2026).

, ReaksiNasional.com – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro mengingatkan kader Nahdlatul Ulama (NU), khususnya GP Ansor dan Fatayat NU, agar mampu menghadapi tantangan zaman dengan sikap bijaksana dan penuh kearifan. Menurutnya, tantangan kehidupan saat ini semakin kompleks dan tidak sedikit justru datang dari lingkungan sendiri.

Hal tersebut disampaikan Anom saat menghadiri Silaturahmi Akbar dan Apel Akbar GP Ansor, Banser, Fatayat NU, dan Garda Fatayat Nahdlatul Ulama (Garfa) se-Kabupaten Pemalang yang berlangsung di halaman Pendopo Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemalang, Minggu (10/05/2026).

Dalam kesempatan itu, Anom juga menyoroti pentingnya peran kader Ansor dan Fatayat dalam menjaga generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi dan ancaman dekadensi moral yang semakin nyata.

“Tidak ada benteng yang paling kuat selain dimulai dari keluarga, dari diri sendiri, dan dari komunitas. Mari kita bersama menjaga generasi penerus agar memiliki akhlakul karimah dan mampu membawa kebanggaan bagi bangsa,” ujar Anom.

Ia menilai tantangan global saat ini semakin berat, mulai dari dinamika geopolitik hingga derasnya arus informasi yang telah masuk ke kehidupan rumah tangga. Karena itu, menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan penting agar generasi muda mampu bersaing di tingkat internasional.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 3.000 kader GP Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Fatayat NU, dan Garfa se-Kabupaten Pemalang. Dalam rangkaian acara juga dilaksanakan pelantikan kader Banser Kabupaten Pemalang oleh Ketua PC GP Ansor Pemalang.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-92 GP Ansor dan Hari Lahir ke-76 Fatayat NU. Selain Bupati Pemalang beserta istri, turut hadir sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Pemalang, Salman Faidul Mahasin, menegaskan bahwa pengukuhan Satkorcab Ansor dan Banser bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar bagi kader dalam mengabdi kepada masyarakat.

“Ansor bukan sekadar struktur organisasi, tetapi kekuatan untuk menggerakkan, melindungi, dan melayani umat. Kita harus siap hadir di tengah masyarakat dalam berbagai sektor, mulai dari sosial, ekonomi, pendidikan hingga kebencanaan,” tegas Salman.

Ia juga mengingatkan pentingnya persatuan, peran aktif, serta kemampuan kader Ansor untuk beradaptasi menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jamaah.

Hal senada disampaikan Ketua PCNU Pemalang, KH Abu Joharudin Bahry. Ia menuturkan bahwa perjalanan panjang Ansor dan Fatayat tidak terlepas dari sejarah perjuangan bangsa, mulai dari masa kemerdekaan hingga menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, di era transformasi digital saat ini, pemuda memiliki peran strategis sebagai motor perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi bangsa.

“Kita harus mampu mengambil teladan dari generasi sebelumnya, lalu mentransformasikannya sesuai dengan kebutuhan zaman sekarang. Pemuda harus berpikir solutif dan adaptif,” ujarnya.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas kader, memperkokoh komitmen kebangsaan, sekaligus meneguhkan peran organisasi dalam menjaga masyarakat dan membangun masa depan generasi muda di Kabupaten Pemalang.

Share This Article