Bupati Lamsel Tegaskan Peran Guru Tak Tergantikan di Tengah Tren AI

3 Min Read

LAMPUNG SELATAN, ReaksiNasional.com – Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa peran guru tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), meskipun teknologi telah mengubah pola pembelajaran secara signifikan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam Seminar bertajuk “How to Be Great Teacher” yang digelar di Aula SMA Kebangsaan, Kecamatan Penengahan, Jumat (3/4/2026), di hadapan sekitar 1.500 guru dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan.

Menurut Egi, teknologi saat ini memang mampu mempermudah proses transfer informasi, namun aspek inspirasi dan nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi peran utama seorang guru yang tidak bisa digantikan oleh mesin.

“Transfer informasi saat ini dapat dilakukan oleh teknologi, tetapi inspirasi hanya bisa diberikan oleh jiwa seorang guru,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kemampuan adaptasi bagi tenaga pendidik dalam menghadapi perubahan global yang berlangsung cepat, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi seperti AI. Menurutnya, perubahan tersebut tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga berdampak hingga ke wilayah pedesaan.

“Meskipun kita berada di desa, perubahan global tetap mempengaruhi tatanan kehidupan masyarakat,” kata Egi.

Dalam forum tersebut, ia mendorong para guru untuk terus memperluas wawasan dan tidak berhenti mengikuti perkembangan zaman. Ia mengingatkan bahwa dunia saat ini tengah mengalami pergeseran peradaban yang menuntut kesiapan semua pihak, termasuk tenaga pendidik.

“Kita tidak boleh berhenti membuka cakrawala terhadap perubahan dan perkembangan yang terjadi,” pesannya.

Egi juga mengajak para guru untuk menjadikan tantangan sebagai bagian dari proses pertumbuhan dan adaptasi, bukan sebagai hambatan.

“Jika ingin menjadi besar, kita harus melalui proses, termasuk menghadapi tantangan sebagai bagian dari adaptasi,” jelasnya.

Seminar yang mengusung tema “Pengajar Belum Tentu Mengajar, Tapi Mampu Menginspirasi” tersebut juga menjadi ruang penguatan kapasitas tenaga pendidik dalam menghadapi dinamika pendidikan global.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memberikan apresiasi kepada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Lampung Selatan yang berkolaborasi dengan Komunitas Teacher Preneur dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Egi menilai keterlibatan organisasi mahasiswa menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

“Kami mengapresiasi peran organisasi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui kegiatan yang mendorong kapasitas tenaga pengajar,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat peran strategis mereka dalam menghadapi tantangan pendidikan di era globalisasi.

Share This Article