BANJARNEGARA, ReaksiNasional.com – Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana menerima Piagam Penghargaan dari Kantor Basarnas Semarang sebagai bentuk apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pada bencana tanah longsor di Dusun Situkung.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Basarnas Semarang Budiono di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Banjarnegara, Sabtu (14/3/2026).
Budiono menyampaikan penghargaan tersebut merupakan mandat dari Kepala Basarnas Pusat Marsdya TNI Mohammad Syafii sebagai bentuk apresiasi terhadap sinergi pemerintah daerah dalam penanganan bencana.
“Sesuai mandat dari Kepala Basarnas Pusat Marsdya TNI Mohammad Syafii, kami bermaksud memberikan Piagam Penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Semoga ke depan dapat terus bersinergi dengan para relawan di Banjarnegara, karena pada akhirnya kami adalah pelayan masyarakat dalam operasi SAR,” ujarnya.
Ia juga menegaskan Basarnas siap memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk dalam kegiatan pelatihan kebencanaan yang melibatkan BPBD serta relawan kebencanaan di Banjarnegara.
“Kami juga siap jika dilibatkan dalam kegiatan pelatihan kebencanaan bersama BPBD dan relawan Banjarnegara,” katanya.
Sementara itu, Bupati Banjarnegara Amalia Desiana yang didampingi Kepala BPBD Banjarnegara Aji Piluroso menyampaikan apresiasi kepada Basarnas atas dukungan dan upaya pencarian korban dalam bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Kecamatan Pandanarum, yang terjadi pada 16 hingga 26 November 2025.
“Terima kasih atas upaya pencarian dan pertolongan korban bencana tanah longsor di Dusun Situkung. Kami juga mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Basarnas Semarang kepada Pemkab Banjarnegara dalam membantu memenuhi kebutuhan para korban,” ujar Amalia.
Ia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah telah melakukan relokasi terhadap enam desa terdampak bencana ke lokasi yang lebih aman. Para penyintas juga telah menempati hunian tetap yang dibangun di kawasan relokasi.
“Enam desa telah direlokasi ke tempat yang aman. Selain pembangunan hunian tetap yang sudah dilakukan, kami juga telah berdiskusi dengan Gubernur Jawa Tengah terkait skema bantuan pembangunan, yaitu 50 persen dari Provinsi Jawa Tengah dan 50 persen dari Pemkab Banjarnegara,” jelasnya.
Amalia menambahkan, pengalaman penanganan bencana longsor di Situkung diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain dalam penanganan bencana secara terpadu.
Ia bahkan mempersilakan jika penanganan bencana di wilayah tersebut nantinya dijadikan sebagai pilot project atau percontohan bagi kabupaten lain dalam penanganan bencana alam.
Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi, dalam kesempatan tersebut Bupati Banjarnegara juga menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Basarnas Semarang atas peran aktif dalam operasi penyelamatan dan penanganan bencana di wilayah tersebut.


