PEKALONGAN, ReaksiNasional.com – Bunda Literasi Kota Pekalongan Inggit Soraya menyoroti pesatnya perkembangan teknologi digital yang dinilai turut memengaruhi pola pikir generasi muda. Kemudahan akses informasi serta layanan instan disebut sering membuat sebagian anak muda menginginkan hasil cepat tanpa melalui proses yang matang.
Menurut Inggit, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri di era digital. Ia menilai generasi muda saat ini cenderung lebih sensitif dan terkadang lebih mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan dibandingkan generasi sebelumnya.
Ia menegaskan pentingnya memperkuat literasi agar generasi muda mampu berpikir jernih, tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru, serta dapat menentukan pilihan secara bijak di tengah derasnya arus informasi digital.
Inggit menjelaskan bahwa literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup proses pembelajaran sepanjang hayat. Literasi meliputi kemampuan mencari, memahami, mengolah, dan memanfaatkan informasi secara tepat untuk menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan.
Ia menambahkan, literasi yang kuat dapat membantu anak-anak dan remaja memilah informasi yang benar, menghindari hoaks, serta membangun ketahanan mental dalam menghadapi tekanan sosial maupun digital.
Selain itu, Inggit menekankan pentingnya peran orang tua, khususnya ibu, dalam mendampingi tumbuh kembang anak di era teknologi. Ia mengingatkan agar orang tua tidak tertinggal dalam memahami perkembangan dunia digital sehingga dapat menjadi pembimbing sekaligus pengawas yang baik bagi anak.
Menurutnya, literasi digital dalam keluarga perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka, pendampingan aktif, serta kesediaan orang tua untuk terus belajar. Dengan sinergi antara pemerintah, sekolah, komunitas, dan keluarga, Kota Pekalongan diharapkan mampu mencetak generasi yang kritis, adaptif, serta siap menghadapi berbagai tantangan zaman.
Ia menegaskan bahwa literasi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda. Budaya literasi, menurutnya, harus dimulai dari lingkungan keluarga agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat, tidak mudah menyerah, serta mampu menghadapi perubahan zaman dengan bijak.


