Bobby Nasution Jajaki Kerja Sama PSEL 15 Megawatt dengan Finlandia

3 Min Read
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menerima audiensi Duta Besar Finlandia untuk Indonesia Pekka Kaihilahti di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (17/6/2026), untuk membahas peluang kerja sama pengolahan sampah menjadi energi listrik.

MEDAN, ReaksiNasional.com – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menerima audiensi Duta Besar Finlandia untuk Indonesia Pekka Kaihilahti untuk menjajaki kerja sama pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah sekaligus memperkuat pasokan energi listrik di berbagai wilayah Sumatera Utara, termasuk daerah terpencil.

Bobby mengatakan, keberadaan fasilitas PSEL sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah di Sumut. Saat ini, proyek PSEL berkapasitas 15 megawatt (MW) yang akan melayani Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang tengah berjalan. Ia berharap pembangunan fasilitas serupa dapat diperluas ke wilayah lain, terutama daerah yang sulit dijangkau.

“Oleh karena itu, kami berharap mungkin Finlandia bisa mensupport program untuk membangun PSEL ini. Kami harap kita bisa kerja sama dengan skala yang sama atau yang lebih kecil di beberapa wilayah,” kata Bobby saat menerima audiensi Dubes Finlandia di ruang kerjanya, Lantai 10 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro 30, Medan, Rabu (17/6/2026).

Menurut Bobby, PSEL memiliki banyak manfaat bagi masyarakat dan daerah. Selain membantu memenuhi kebutuhan listrik, fasilitas tersebut juga menjadi solusi dalam mengelola limbah masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam pertemuan itu, Bobby juga menawarkan peluang kerja sama di sektor industri hilirisasi. Ia menyebut Sumut memiliki potensi besar untuk pengembangan industri karena didukung sumber daya alam yang melimpah serta letak geografis strategis di jalur perdagangan internasional Selat Malaka.

Bobby turut memaparkan sejumlah komoditas unggulan Sumut, salah satunya kelapa sawit yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui berbagai industri turunan.

“Kami sangat terbuka tentang pengolahan kelapa sawit, ini salah satu hal paling berpotensi di Sumut,” ucapnya.

Sementara itu, Duta Besar Finlandia untuk Indonesia Pekka Kaihilahti menyatakan kesiapan negaranya untuk menghadirkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik, baik dalam skala kecil maupun besar di Sumut. Finlandia juga siap memberikan pendampingan mulai dari penerapan teknologi, sistem penyortiran sampah, hingga edukasi kepada masyarakat.

Pekka mengatakan, persoalan sampah juga pernah menjadi tantangan besar di Finlandia. Namun, melalui pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi, kini hanya sekitar satu persen sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Menurutnya, Finlandia telah mengembangkan sistem modular pengolahan limbah menjadi listrik yang dapat diterapkan dalam berbagai skala. Sistem berkapasitas kecil dinilai cocok untuk wilayah terpencil, mengingat kondisi geografis Finlandia memiliki karakteristik kepulauan dan tersebar seperti Indonesia.

Audiensi tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumut Surya serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumut.

Share This Article