Blora Targetkan Jadi Raja Jagung Jateng, Lahan Didorong Tembus 100 Ribu Hektare

3 Min Read
Bupati Blora Arief Rohman menghadiri Halalbihalal Perkumpulan Rejo Semut Ireng di Pendopo Kabupaten Blora, Rabu (8/4/2026), sekaligus menyampaikan target peningkatan produksi jagung hingga perluasan lahan 100.000 hektare.

, ReaksiNasional.com – Pemerintah Kabupaten Blora menargetkan daerahnya menjadi penghasil jagung terbesar di Jawa Tengah dengan mendorong perluasan lahan tanam hingga mencapai 100.000 hektare. Target tersebut disampaikan Bupati Blora Arief Rohman saat menghadiri Halalbihalal Lembaga Pendamping Perhutanan Sosial Perkumpulan Rejo Semut Ireng Kabupaten Blora di Pendopo Kabupaten, Rabu (8/4/2026).

Arief Rohman mengungkapkan, saat ini Blora telah menempati posisi sebagai produsen jagung terbesar kedua di Jawa Tengah dengan luas lahan hampir 83.000 hektare. Ia menilai potensi tersebut masih dapat ditingkatkan melalui sinergi berbagai pihak, termasuk kelompok tani dan lembaga pendamping perhutanan sosial.

Menurutnya, upaya peningkatan produksi jagung sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat. Oleh karena itu, seluruh elemen di daerah didorong untuk bersama-sama memperkuat sektor pertanian, khususnya komoditas jagung.

Arief menegaskan, Pemerintah Kabupaten Blora berkomitmen untuk mendorong peningkatan luas lahan sekaligus produktivitas dengan pendampingan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pendampingan tersebut mencakup penyediaan benih, pupuk, hingga pengelolaan pascapanen dan hilirisasi produk.

Selain itu, ia menyoroti adanya peluang pengembangan bioetanol dari jagung yang tengah diwacanakan oleh Kementerian Pertanian. Untuk itu, pihaknya meminta dinas terkait melakukan pemetaan secara menyeluruh, termasuk kolaborasi dengan Perhutani, perhutanan sosial, dan Kelompok Tani Hutan (KTH).

Arief juga menekankan pentingnya harmonisasi antar pemangku kepentingan agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan maupun konflik di lapangan. Ia berharap seluruh pihak dapat bersinergi dengan mengacu pada aturan yang berlaku guna memaksimalkan pemanfaatan lahan, termasuk lahan marginal yang belum tergarap.

Lebih lanjut, ia menyebut dukungan dari TNI dan Polri dalam program ketahanan pangan juga menjadi peluang untuk memperkuat pengembangan sektor pertanian di Blora. Pemanfaatan lahan yang belum produktif dinilai dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan produksi jagung secara signifikan.

Usai kegiatan Halalbihalal, agenda dilanjutkan dengan sarasehan yang menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Direktur Pengendalian Perhutanan Sosial Marcus Oktavianus Susatyo, perwakilan Balai PSKL Yogyakarta, serta Kodim 0721 Blora. Forum tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.

Arief menambahkan, hasil rekomendasi dari sarasehan akan ditindaklanjuti hingga tingkat kecamatan dan desa, khususnya di wilayah yang memiliki kawasan perhutanan sosial. Ia juga membuka ruang evaluasi terhadap berbagai kendala di lapangan, termasuk potensi miskomunikasi antara Kelompok Tani Hutan dengan pemerintah desa.

Dengan langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Blora optimistis target menjadi penghasil jagung terbesar di Jawa Tengah dapat tercapai, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Share This Article