Bidik Wisatawan Timur Tengah, Ekonomi Halal Jadi Prioritas Pembangunan Jawa Tengah 2027

3 Min Read
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memberikan pengarahan dalam Pembukaan Musrenbang 2026 dan Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2027 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat (6/2/2026), terkait arah prioritas pembangunan Jawa Tengah.

SEMARANG, ReaksiNasional.com – Pemerintah Provinsi menetapkan pengembangan pariwisata berkelanjutan dan penguatan berbasis syariah sebagai prioritas utama pembangunan daerah pada tahun 2027. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menangkap potensi pasar wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Timur Tengah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah saat memberikan pengarahan dalam Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026 dan Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, kompleks Gubernuran Kota Semarang, Jumat (6/2/2026). Dalam kesempatan itu, ia mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Taj Yasin menyampaikan bahwa arah pembangunan Jawa Tengah tahun 2027 difokuskan pada sektor pariwisata dan penguatan ekonomi melalui pengembangan ekonomi halal berbasis syariah. Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang merata serta membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru.

Ia mengungkapkan, tren kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Tengah menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan analisis data yang dimiliki pemerintah provinsi, wisatawan asal Timur Tengah menjadi salah satu segmen pasar paling potensial, terutama apabila didukung dengan ekosistem pariwisata yang ramah muslim atau Muslim-friendly tourism.

Menurutnya, ekosistem pariwisata ramah muslim di Jawa Tengah sudah mulai tumbuh di sejumlah daerah, seperti Karanganyar, Wonosobo, dan Temanggung. Pengembangan tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk terus diperluas dan dipromosikan secara terintegrasi guna menarik minat wisatawan dari kawasan Timur Tengah.

Untuk mendukung strategi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan membangun sistem aglomerasi pariwisata, salah satunya di kawasan Semarang Raya. Melalui konsep ini, seluruh pelaku pariwisata akan dikoneksikan dalam satu jejaring promosi terpadu agar destinasi wisata di Jawa Tengah dapat dipasarkan secara lebih masif dan efektif.

Meski menempatkan ekonomi halal sebagai fokus utama, Taj Yasin menekankan bahwa daya tarik pariwisata tidak akan optimal tanpa diiringi dengan kebersihan dan kelestarian lingkungan. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin wisatawan yang datang justru disambut oleh permasalahan sampah dan lingkungan yang tidak terkelola dengan baik.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, termasuk dalam menciptakan lingkungan yang asri, aman, dan bersih. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan diajak untuk bergerak bersama menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan di kawasan wisata.

Rencana pembangunan Jawa Tengah tahun 2027 juga tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan. Pemerintah akan memperketat perizinan industri, baik di wilayah hulu seperti kawasan pegunungan maupun di wilayah hilir dan pesisir, guna menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah kerusakan lingkungan.

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata dengan pelestarian alam, sehingga Jawa Tengah dapat menjadi destinasi unggulan sekaligus magnet bagi investasi hijau di masa mendatang.

Share This Article