Wujudkan Bandung Smart City, ASN Harus Jadi Tulang Punggung

By Reaksi Nasional 18 Mei 2021, 11:58:36 WIBJabar dan Banten

Wujudkan Bandung Smart City, ASN Harus Jadi Tulang Punggung

Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat Membuka acara Bimbingan Teknis Program Smart City Tahun 2021 secara Virtual di Bandung Command Center 


Oleh Ferry Ardiansyah

REAKSI BANDUNG - Untuk mewujudkan kota Cerdas membutuhkan empat hal. Yakni ruang fiskal atau anggaran, modal sosial, infrastruktur komunikasi, dan sumber daya manusia (SDM).

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat membuka acara Bimbingan Teknis Program Smart City Tahun 2021 secara Virtual di Bandung Command Center, Balai Kota Bandung, Senin (17/5/2021).

Menurut Yana, dalam membangun kota cerdas, Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah SDM yang menjadi tulang punggung implementasi kota cerdas di Kota Bandung.

"Jika dianalogikan, kota cerdas itu tubuh manusia. Untuk menjaganya maka tulang punggungnya harus senantiasa diperkokoh dengan berolahraga dan latihan fisik," ungkapnya.

"Untuk memelihara kota cerdas di Bandung, maka ASN pun harus terus dilatih agar pemahaman, cara berpikir, dan kerja, serta
keterampilannya semakin baik," lanjutnya.

Yana pun menyampaikan penghargaan yang diraih Kota Bandung dalam konteks kota cerdas, seperti peringkat ke-28 kota tercerdas di dunia versi Eden Strategy Institute.

"Kota Bandung ini merupakan satu-satunya yang mewakili Indonesia. Pencapaian ini prestasi sekaligus beban. Prestasi karena apa yang kita kerjakan mendapat apresiasi dari pihak luar, beban karena jangan sampai ini membuat terlena," ungkapnya.

Oleh karena itu, para ASN harus mengetahui tantangan kota cerdas. Sebagai SDM penunjangnya, ASN perlu menyosialisasikan kota cerdas
lebih merata ke masyarakat.

Sekedar diketahui, Kota Bandung mempunyai aplikasi layanan publik berbasis teknologi informasi. Seperti BIMMA (Bandung Integrated
Manpower Management Application) di Disnaker, BOSEH (aplikasi bike sharing), ARIMBI (Aplikasi Real Time Berbagi Informasi).

Selain itu ada juga, ASIK (Aplikasi Sistem Informasi Kewirausahaan), PUSICOV (Pusat Informasi Covid-19), LAPOR dan Call Center 112 yang merupakan layanan pengaduan masyarakat.

"Jangan sampai warga tidak tahu apa itu kota cerdas, apa tujuannya, bagaimana cara beroperasinya, apa saja layanannya, serta apa yang
dituntut dari masyarakat," ucapnya.

"ASN harus mengadaptasi dengan cepat berbagai aplikasi layanan publik berbasis teknologi informasi. Agar ketika layanan itu diberikan kepada masyarakat benar-benar prima," katanya.

Yana berharap melalui tinjauan lapangan ini dapat meningkatkan kualitas serta komitmen implementasi atau pelaksanaan Program Bandung
Kota Cerdas 2021. "Terima kasih kepada narasumber dari Kementrian Komunikasi dan Informatika RI atas waktunya dalam memberikan sharing ilmu kepada para peserta. Semoga tinjauan lapangan ini makin memantapkan Bandung
sebagai kita cerdas terdepan di Indonesia," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana menyampaikan, Kota Bandung tidak memiliki sumber daya alam (SDA), seperti minyak, gas, pertanian, atau kehutanan, sehingga Kota Bandung menjadi kota jasa.

Oleh karena itu, Bandung Smart City adalah bagaimana Kota Bandung berfungsi secara maksimal dalam mengelola sumber dayanya secara
efektif dan efisien.

Dengan menjawab tantangan dan problematika kota lewat solusi yang inovatif, terintegrasi, serta berkelanjutan demi mewujudkan Kota
Bandung yang nyaman dan dicintai. "Kota jasa menekankan ide-ide kreatif, inovatif dalam menyelesaikan berbagai macam permasalahan kota. Alhamdulillah Kota Bandung mendapatkan anugerah kota kreatif oleh Unesco tahun 2007," katanya.

"Kemudian inisiasi dalam membangun smart city tidak hanya dilakukan oleh Pemkot Bandung atau diskominfo saja. Berbicara tentang smart
city, tentu saja ini berkaitan dengan seluruh perangkat daerah, serta stakeholder seperti masyarakat, komunitas, pelaku usaha, dan
akademisi," ungkapnya.

Menurut Yayan, kegiatan tersebut adalah untuk mengevaluasi, sosialisasi dan tinjauan lapangan secara daring yang berguna.
Tujuannya untuk memberikan bimbingan, cara melakukan evaluasi program smart city, dan memeriksa kembali sekaligus membantu daerah
meningkatkan evaluasi pada tahun 2021.

"Pelaksanaan acara hari ini adalah paparan, evaluasi, manajemen resiko, dan klaster smart city oleh prof  Dr. Marsudi Wahyu.
Dilanjutkan besok dengan tinjauan lapangan ke beberapa OPD terpilih," katanya.

"OPD yang terpilih tinjauan lapangan adalah Aplikasi Salaman oleh Disdukcapil, Buruan SAE oleh DKPP, Kang Pisman oleh DLHK, RW Net yang dikembangkan Diskominfo, Layad Rawat oleh Dinkes, HAYU-GAMPIL oleh DPMPTSP, pungkasnya. (R1)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • Trelieliehede

    <a href="https://tadalafiloz.com/ ">tadalafil </a> ...

    View Article
  • Etetleallosaugs

    cloroquina [url=https://aralenhydroxychloroquine.com/ ]chloroquine buy [/url] <a ...

    View Article
  • JaneClink

    [url=https://cialispmed.com/]viagra vs cialis[/url] ...

    View Article
  • spacydradia

    clorochina [url=https://chloroquine500mg.com/ ]aralen medication [/url] <a ...

    View Article