Wisata Puncak Sudah Overload, Pemkab Bogor Lirik Sentul

By Reaksi Nasional 08 Apr 2019, 19:53:25 WIBJabar dan Banten

Wisata Puncak Sudah Overload, Pemkab Bogor Lirik Sentul

Keterangan Gambar :


Oleh Marihot Pakpahan  

REAKSI BOGOR - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor Rahmat Sudjana mengatakan, Pemkab sudah berhasil mengembangkan pariwisata Puncak kini kawasan itu sudah terlalu penuh alias overload. Karena itu, diperlukan kawasan wisata baru, antara lain kawasan Sentul Kecamatan Babakan Madang.

"Kawasan Puncak sudah terlalu overload, pemerintah akan menjadikan Sentul guna mencapai target kunjungan hingga 10 juta wisatawan per tahun dalam kurun lima tahun ke depan," ujarnya.

Rahmat Sujana mengatakan itu saat ditemui di sela-sela kegiatan 'Bogor Fest 2019, Minggu (7/4). Dia menjelaskan, kini sudah ada beberapa tujuan wisata di Sentul, berupa wahana bermain dan beberapa curug, dan ke depan akan ditambah jenis wisata lainnya.

"Ini sebagai alternatif Puncak nantinya. Di Sentul, nanti wisata terpadu semua ada. Sekarang saja tiap hari Sabtu dan Minggu di Sentul luar biasa ramai pengunjung sampai ke curug-curug," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, rencana itu dibuat menyusul target kunjungan wisata di Kabupaten Bogor sebanyak 10 juta wisatawan per tahun dalam kurun lima tahun ke depan.

Ia juga mengaku optimistis bisa mengejar target 10 juta wisatawan per tahun dalam kurun lima tahun ke depan itu, karena menurutnya tren kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bogor dari tahun ke tahun selalu meningkat.

Seperti halnya pada 2018, saat ini Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan kunjungan sebanyak 7,5 juta wisatawan. Realisainya tercatat mencapai 7,6 juta wisatawan datang ke Kabupaten Bogor.

Kemudian untuk tahun 2019 ini pihaknya menargetkan kunjungan sebanyak delapan juta wisatawan dalam setahun.

"Tahun ini delapan juta, tahun depan 8,5 juta. Sampai lima tahun itu 10 juta wisatawan per tahun," kata Rahmat.

Mayoritas wisatawan Kabupaten Bogor memang masih berasal dariwilayah  domestik, yakni Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Sedangkan wisatawan mencanegara didominasi turis asing dari Timur Tengah.

Meski begitu, ia mengakutak begitu optimistis soal anggaran yang dijatah Pemkab Bogor untuk kegiatan kebudayaan dan kepariwisataan. Menurutnya, untuk menggenjot jumlah wisatawan membutuhkan infrastruktur yang baik, namun pada APBD 2019 pihaknya hanya dijatah anggaran sebesar Rp17 miliar.

Angka tersebut dianggapnya tidak proporsional, mengingat jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor tahun 2018 dari sektor kebudayaan dan periwisata mencapai 20 kali lipatnya, atau Rp350 miliar.

"Pajak ini 10 persen dari keuntungan dari sektor kebudayaan dan pariwisata. Idealnya 10 persen juga untuk dikembalikan ke sektor yang sama. Kalau Rp17 miliar tidak lebih dari tujuh persen dari PAD yang dihasilkan," keluhnya.

Sementara Bupati Bogor Ade Yasin yang ditemui terpisah menjelaskan, pihaknya memprioritaskan sektor pariwisata menjadi target untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor. Jika dihitung, kini sudah ada sekitar 380 lokasi wisata di "Bumi Tegar Beriman".

Ade Yasin menilai, potensi di sektor ini akan mendongkrak PAD bagi Kabupaten Bogor. "Daripada kita maksimalkan pendapatan dari sektor lain seperti tambang yang merusak lingkungan, lebih baik kita optimalkan pariwisata yang potensi pendapatannya juga bagus," ungkapnya kepada wartawan.

Selain meningkatkan  pendapatan bagi Pemkab Bogor, pariwisata bisa menyejahterakan masyarakat sekitar destinasi wisata. Terlebih bagi mereka yang mulai kehilangan mata pencahariannya.

"Contoh ketika di Nanggung emas sudah habis, galiannya ditutup berarti masyarakat kehilangan mata pencahariannya. Ini yang harus kita upayakan," kata Ade Yasin.

"Karenanya mereka harus dialihkan kepada kegiatan lain untuk mencari rezeki ke kegiatan yang juga lebih aman untuk dirinya serta lingkungan, salah satunya dengan pariwisata," terangnya lagi.

Dengan memaksimalkan potensi wisata yang ada di desa-desa, Ade Yasin pun mengharapkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Bogor dapat meningkat.

"Kalau meningkat potensi pendapatan masyarakat pun akan ikut bertambah. Potensi ekonomi ini akan didapatkan mereka, misalkan dengan menjadikan rumah sebagai homestay untuk wisatawan," ujarnya. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • gajjosk

    ??????? ?? ??????????!!!!! ...

    View Article
  • Indocommco

    Ya benar sekali SDM kita masih kurang mengenal perkembangan teknologi, bahkan masih ...

    View Article
  • toko bunga Jakarta

    Tanaman hias di sepanjang jalan di Jakarta jika sudah masuk musim kemarau menjadi ...

    View Article
  • Konsultan Pajak

    Biasanya penunggak itu malas bayar atau gak tahu cara hitungnya, lebih baik dateng ...

    View Article