Warga Karanganyar Unjuk Rasa Tolak Hasil Pilwu

By Reaksi Nasional 05 Nov 2019, 15:08:52 WIBNusantara

Warga Karanganyar Unjuk Rasa Tolak Hasil Pilwu

Keterangan Gambar :


Oleh Hafidzudin  

REAKSI CIREBON – Puluhan warga Desa Karanganyar, Kecamatan Panguragan,Kabupaten Cirebon melakukan unjuk rasa menolak hasil Pilwu serentak 2019 lalu, di depan Kantor Bupati Cirebon, Kecamatan Sumber, Selasa (5/11/19).

Dari pantauan media, puluhan warga tersebut melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Cirebon, dengan membawa spanduk bertuliskan penolakan hasil Pilwu.

Koordinator warga, Muhani, mengatakan, warga di Desa Karanganyar menemukan sejumlah kejanggalan pada saat pilwu serentak, yakni terkait masalah penggelembungan suara.

Tarsib, perwakilan dari warga Karanganyar, mengatakan, masyarakat esa Karanganyar menolak hasil pemilihan kuwu, karena terdapat kejanggalan-kejanggalan, di antaranya penggelembungan suara.

“Kami masyarakat sepenuhnya menolak hasil Pilwu, karena di dalamnya terdapat kecurangan-kecurangan di antaranya tentang penggelembungan suara, yang kedua penyalahgunaan undangan. Ada warga kami yang di luar negeri tetapi datanya masih ada dan mempunyai hak untuk memilih padahal orangnya di luar negeri,” katanya.

Selain itu, menurutnya, banyak warga Desa Karanganyar belum mendapatkan surat undangan, namun pemilih justru banyak dari desa lain.

“Masalah surat undangan, di masyarakat, warga desa Karanganyar asli yang seharusnya memiliki hak suara, namun justru banyak warga dari desa lain yang memilih di desa kami, padahal di desa sendiri itu banyak yang tidak mendapatkan surat undangan untuk memilih,” jelasnya.

Meski pilwu diikuti empat calon, ia mengaku yang berunjuk rasa tersebut bukanlah gabungan dari beberapa calon, namun murni dari masyarakat Karang anyar.

Ia berahap kepada pemerintah agar segera menyelesaikan permasalahan tersebut, sehingga tidak ada lagi kecurangan-kecurangan yang terjadi dalam pemilihan.

“Mudah-mudahan masyarakat tidak lagi mendengar adanya pemilihan yang bisa dikatakan curang di desa kami. Kami menginginkan pemimpin yang jujur dan tidak membodohi masyarakat dengan kecurangan-kecurangan dalam pemilihan,” harapnya.

Sementara itu, koordinator warga, Muhan mengatakan, warga di Desa Karanganyar menemukan sejumlah kejanggalan pada saat pilwu serentak, yakni terkait masalah penggelembungan suara.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, kata Muhani, saat pilwu serentak, jumlah suara yang masuk sebanyak 2.441, sedangkan jumlah daftar pemilih hanyak sebanyak 2.412 orang. "Kami menduga, ini memenangkan salah satu pasangan calon, yaitu yang nomor satu," kata Muhani, Selasa (5/11/19).

Pihak Timwas menjelaskan bahwa prosesnya perlu beberapa tahapan, karena memerlukan beberapa dokumen dan keterangan dari pelapor, saksi dan terlapor.

“Kita jelaskan bahwa proses itu perlu beberapa tahapan, karena kita perlu dokumen keterangan dari pelapor, saksi dan terlapor. Kami dari timwas melakukan ini untuk kejelasan terkait tuntutan itu, maka sesuai dengan peraturan Bupati hasil tuntutan itu nanti satu bulan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa tidak ada kemungkinan untuk dilakukan pemilihan ulang, karena dalam perbupnya tidak ada. “Namun untuk keputusannya kami akan berkoordinasi dengan Bupati,” katanya. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment