UU Cipta Kerja Bukan Kitab Suci

By Reaksi Nasional 13 Okt 2020, 13:10:45 WIBNasional

UU Cipta Kerja Bukan Kitab Suci

Keterangan Gambar : Menaker Ida Fauziah berdialog dengan Forum Rektor Indonesia membahas UU Cipta Kerja


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA –  Segala persoalan pasti ada solusinya. Demikian juga dengan Undang-undang Cipta Kerja, yang baru disahkan DPR. Kalangan buruh menganggap undang undang tersebut bermasalah karena dianggap akan merugikan pekerja. Dengan penilaian itu, buruh pun menentangnya. Mereka melakukan mogok nasional di tempat kerja. Bahkan rencananya, para buruh akan turun ke jalan melakukan aksi demo dalam waktu dekat. Selain buruh, kalangan mahasiswa dan sejumlah komunitas masyarakat lainnya juga melakukan aksi demo menolak pemberlakuan undang undang itu.

Melihat situasi demonstrasi buruh dan mahasiswa yang dianggap anarkis, Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof Dr Karomani menegaskan, UU Cipta Kerja bukanlah kitab suci. Implementasi UU Cipta Kerja bisa disempurnakan dengan peraturan pemerintah, bahkan dengan uji materi.

“UU Cipta Kerja bukanlah kitab suci. Jadi jangan anggap tak ada solusi, lalu pada panik, demo anarkis, saling caci maki. Mari kita kawal UU Cipta Kerja dengan komunikasi terbuka dan cendikia agar sesuai dengan harapan kita bersama. Implementasi UU Cipta Kerja ini masih bisa disempurnakan dengan peraturan pemerintah, bahkan dengan uji materi,” kata Karomani dalam dialog secara virtual dengan Forum Rektor Indonesia (FRI) mengenai subtansi UU Cipta Kerja yang diselenggarakan Menaker Ida Fauziah, dalam siaran persnya yang diterima Renas, Selasa (13/10).

Acara dialog itu dihadiri 24 rektor dari universitas negeri dan swasta. Arif Satria, Ketua FRI sekaligus Rektor IPB,  menyambut positif silaturrahmi forum rektor dengan pemerintah. Ia menganggap silaturrahmi ini penting untuk memperkuat komunikasi sehingga ada pemahaman tentang substansi UU Cipta Kerja.

“Ini pertama kali para rektor diundang membicarakan secara rinci dan substantif UU Cipta Kerja, sekaligus mengklarifikasi isu-isu yang tidak benar yang beredar luas,” kata Arif

Pada kesempatan itu, Menaker Ida menjelaskan, ada empat urgensi RUU Cipta Kerja. Pertama, perpindahan lapangan kerja ke negara lain. Kedua, daya saing pencari kerja relatif rendah dibanding negara lain. Ketiga, penduduk yang tidak/belum bekerja akan semakin tinggi. Keempat, Indonesia terjebak dalam middle income trap.

“Belum lagi ada 7,05 juta penganggur pada 2019 dan 3,5 juta orang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19. "Mari kita gotong royong mengatasi ini semua," katanya

Dalam dialog virtual tersebut, Ida menekankan pentingnya perubahan struktur dan pertumbuhan ekonomi yang mensyaratkan sejumlah langkah dibidang ketenagakerjaan. Yakni penciptaan lapangan kerja sebanyak 2,7 - 3 juta / tahun untuk menampung 9,29 juta orang yang belum bekerja. “UU Cipta Kerja adalah salah satu instrumen untuk mempercepat hal ini,” katanya..

Asep Saefuddin, anggota Dewan Penasihat FRI/Rektor Universitas Al Azhar Indonesia, menyatakan upaya sosialiasasi pihak pemerintah sudah cukup masif. Namun untuk hal-hal yang sensitif dalam UU Cipta Kerja masih kurang.

"Untuk itu, ada baiknya pemerintah memperluas dan sering melakukan sosialisasi dengan stakeholder seperti Serikat Pekerja, organisasi masyarakat, organisasi mahasiswa, kelompok cipayung dan berbagai komunitas lainnya," kata Asep sambil berharap jika UU Cipta Kerja telah resmi diserahkan DPR kepada pemerintah, para rektor juga dapat menerima UU tersebut untuk ditelaah di kampus masing-masing.

“Kami berkomitmen untuk menyampaikan UU Cipta Kerja kepada anggota Forum Rektor segera setelah UU tersebut resmi diserahkan DPR kepada pemerintah. Kemudian kami juga berkomitmen untuk tetap bersilaturrahmi secara rutin dengan dunia akademik,” kata Ida menjawab Asep.

Diskusi Forum Rektor dihadiri rektor dari IPB, UGM, UTI, Perbanas, Unand Padang, Untan, Unesa, UNG, UNP, Unimal, ITB-AD, ISBI Bandung, UNP Padang, Telkom University, Direktur Poltek Pos, UIN Jakarta, Rektor Unsrat, Universitas Brawijaya Malang, Unila, Universitas Al Ghifari Bandung, Universitas Pertamina, dan Ketua STIKES Mitra Keluarga. (R1)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • Spotloan

    <a href="http://carinsuranceopt.com/">auto insurance plan</a> ...

    View Article
  • avatar-1

    Ionasof

    mexican viagra plus https://viatrustedonline.com/ - generic viagra <a ...

    View Article
  • avatar-1

    Ionasof

    viagra brand name online [url=https://viatrustedonline.com/]generic viagra[/url] ...

    View Article
  • avatar-1

    Ionasof

    viagra dla kobiet [url=https://viatrustedonline.com/]viagra generic[/url] <a ...

    View Article