Unit Krimsus Polres Jakbar Periksa Dirut PT ASA Penimbun Obat Covid -19

By Reaksi Nasional 04 Agu 2021, 10:15:54 WIBHukum&Kriminal

Unit Krimsus Polres Jakbar Periksa Dirut PT ASA Penimbun Obat Covid -19

Keterangan Gambar : Kanit Krimsus saat memberikan keterangan pada awak media, Selasa 3/8/202


Oleh Maulen Munthe/ Khairuddin Sinambela

REAKSI JAKARTA - Unit Kriminal Khusus (Krimsus) Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat memeriksa direktur utama (Dirut) PT ASA berinisial Y dalam kasus penimbunanan obat terkait Covid-19.

Joko Dwi Harsono, Kasatreskrim Polres Metro, Jakarta Barat membenarkan  bahwa benar penyidik dari krimsus telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka berinisial Y.

Fahmi Fiandri, Kanit Krimsus menambahkan,  tersangka berinisial Y telah diperiksa selama 4,5 jam.

“Hari ini petugas kita melakukan pemeriksaan terhadap direktur PT. ASA yakni saudara Y, pemeriksaan dilakukan selama kurang lebih empat setengah jam dari pukul 12.00 WIB siang sampai 16.30 WIB," jelas, Selasa (3/8/21).

Lebih lanjut Fahmi  mengatakan, dalam pemeriksaan penyidik terhadap tersangka berinisial Y, dicecar 67 pertanyaan.

“Pertanyaan yang diajukan seputar penimbunan obat dan menaikan harga eceran tertinggi dari obat yang ditimbun di gudang milik PT ASA," terangnya.

Namun Fahmi  tidak menyebut secara detail pertanyaan yanag dilakukan penyidik terhadap tersangka Y.

“Hal ini merupakan materi penyidikan petugas polisi, terkait isi pertayaan penyidik kami tidak bisa menyampaikanya, seperti diketahui, polisi menetapkan dua tersangka dalam kasus penimbunan obat Covid -19, dua orang tersangka petinggi PT ASA, diantaranya direktur utama berisial YP, dan komisaris berinisial S," tuturnya.

Bismo Teguh Prakoso, Wakapolres Metro Jakarta Barat menambahkan, dua tersangka yaitu direktur dan komisaris PT ASA. Pada mulanya kasus ini mencuat ketika tertanggal 5 Juli 2021, obat masuk kegudang distrubusi, sementara angka Covid -19 tinggi. Ironisnya PT ASA tidak mengedarkannya.

“Ahirnya tanggal 9Juli 2021, polisi datang mengamkanya, "jelasnya

 

Menurut Bismo, kedua pelaku meminta para karyawan PT ASA untuk menahan obat agar tudak didistribusikan dengan alasan untuk menaikan harga. Bahkan saat rapat zoom meeting yang dilakukan BPOM, PT ASA menolak untuk hadir.

“Berdasarkan permintaan customer permintaan apotek meminta obat dan undangan BPOM zoom meet dan menanyakan stok obat covid ini yang selalu dijawab tidak ada dan tidak dilaporkan tidak kooperatif dalam pelaporan," tuturnya.

Akibat perbuatanya, kedua tersangka dijerat pasal 107 Jo pasal 29 ayat 1 UU RI No 7 tahun 2014 tentang perdagangan dan atau pasal 62 ayat 1 Jo pasal 10 UURI No 8. tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan atau pasal 14 Jo pasal 5 ayat 1 UURI No.4 tahun 1984 tentang Wabah penyakit menular dengan hukuman penjara 5 tahun. (R1)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment