Tiga Calon di Desa Bode Lor Gugat Hasil Pilwu Serentak 2019 Kabupaten Cirebon

By Reaksi Nasional 27 Jul 2020, 16:05:01 WIBHukum&Kriminal

Tiga Calon di Desa Bode Lor Gugat Hasil Pilwu Serentak 2019 Kabupaten Cirebon

Keterangan Gambar : Pertemuan para calon kuwu desa Bode Lor dan Muspika Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.


Oleh Hafidzudin

REAKSI CIREBON - Pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak 2019 di Kabupaten Cirebon yang sudah berlangsung pada bulan Oktober 2019, kini menimbulkan persoalan di Desa Bode Lor, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Pasalnya ketiga calon serta masyarakat merasa tidak puas dengan hasil Pilwu yang dianggap banyak kejanggalan.

Pihak panitia juga diduga melakukan perbuatan melanggar hukum. Oleh karena itu tiga calon Kepala desa Bode Lor menggugat hasil Pilwu ke Pengadilan Negeri Sumber Kabupaten Cirebon serta ke Pengadilan Tata Usaha Negeri Bandung (PTUN).

Dalam acara pertemuan yang diadakan di Aula Kecamatan plumbon, hadir Galih dari bagian hukum Kantor Setda Kabupaten Cirebon, Kapolsek Depok, Camat, Danramil, serta bagian dari DPMD, serta 4 calon Kuwu Desa Bode Lor. Dalam acara tersebut disepakati bahwa pada tanggal 4 Agustus empat calon harus hadir, dan pembukaan kotak suara di pengadilan Negeri Tata Usaha Bandung.

Sunendi salah satu calon kuwu Desa Bode Lor, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, mengatakan, dirinya menggugat hasil Pilwu 2019 di Desa Bode Lor, karena merasa tidak puas dengan hasil pilwu tersebut.

"Pertama saya menggugat di pengadilan Negeri Sumber Kabupaten Cirebon itu perbuatan melawan hukum, karena baik panitia, camat, dan BPD, diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum, karena dalam pencoblosan pada Pilwu kemarin, dua lubang simetris itu dinyatakan sah dalam peraturan Bupati, namun di Desa Bode Lor dinyatakan tidak sah. Hal tersebut tentunya sudah melanggar undang-undang," ujarnya.

Kemudian, dikatakakannya, panitia tidak banyak melaksanakan sosialisasi, seperti tidak adanya sosialisasi gambar sampai pada saat pelaksanaan.  Para calon pun tidak tahu pelipatan kertas suara. Seharusnya suara hak pilih dengan jumlah DPT itu disamakan.

"Misalnya jumlah hak pilih 4.450, jika pelipatannya diketahui kita kan nanti bisa diketahui dan disamakan dengan DPT ditambah 5 persen, sehingga  sisanya baru dihanguskan," katanya, Senin (27/7/20).

Selain itu, disampaikannya, bukan hanya dirinya yang tidak puas dengan hasil Pilwu tersebut, namun masyarakaat Desa Bode lor pun juga merasakan hal yang sama. "Kami merasa tidak puas dengan pemilihan tersebut, dan masyarakat pun belum legowo. Jadi masyarakat meminta dihitung ulang, siapa yang memiliki suara terbanyak itulah yang berhak menang. dan ketiga calon termasuk saya, H. Alimudin dan H. Masnun menggugat hasil Pilwu serentak," ungkapnya.

Saat ditanya terkait Pilwu tahun 2019 yang sudah berlangsung lama, dan kenapa baru sekarang-sekarang menggugatnya, dia menyampaikan bahwa karena berdasarkan persoalan kesepakatan, padahal sebetulnya pihaknya tidak menyetujui kesepakatan tersebut dan tidak ada kesepakatan tersebut.

"Pencoblosan dua lubang simetris oleh panitia itu dianggap tidak sah, padahal jelas dalam peraturan Bupati itu sah. Ketua panitia pun merasa tidak dihormati oleh anggotanya, mungkin karena nggotanya tidak tau Perbup, dan kami para calon pun tidak diberi Perbup," ujarnya.

Dia menuturkan, bahwa sebelum dilantik pihaknya sudah melayangkan surat pengaduan kepada Kesbangpol pada tanggal 29 Oktober 2019, karena merasa keberatan atas hasil Pilwu 2019, akhirnya Bode Lor dilanjutkan untuk BAP, BAP dilaksanakan namun hasilnya ditolak. Ada 19 desa yang mengajukan keberatan kepada Kesbangpol atas hasil Pilwu, namun 11 desa ditolak mentah-mentah, 8 desa di proses, dan akhirnya 8 desa semuanya ditolak.

"Setelah itu, kami melakukan pengaduan ke PN pada bulan desember,  perbuatan melawan hukum di PN sumber, sertta melaporkan terkait surat kesepakatan ke Pengadilan Tata Usaha Negeri Bandung (PTUN), dan untuk  suara sah itu sebanyak 2608, yang dinyatakan tidak sah 1.188," ujarnya.

Sementara itu, Eka Yuda selaku pengacara Sunendi juga menyampaikan, yang dilaporkan ke PTUN itu yang diminta itu surat keputusan, karena kalau di PN itu kan memang perbuataan melanggar hukum karena para panitia, anggota BPD diduga melanggar aturan dan ketentuan yang ada di dalam undang-undang maupun melanggar peraturan Bupati Cirebon Nomor 60 Tahun 2017 Tentang Pemilihan, Pengangkatan Dan Pemberhentian Kuwu Di Kabupaten Cirebon. Pasal  54 menyatakan bahwa, tanda coblos lebih dari satu, tetapi masih di dalam dan atau di garis salah satu kotak segi empat yang memuat nomor, foto, dan nama calon dianggap sah.

"Seperti permasalahan sosialisasi, tidak ada transparansi permasalahan terkait cara penyoblosannya seperti apa, oleh karena itu kita mengajukan ke PMH dan itu pun sebenarnya rencana awalnya itu kita ingin melakukan penundaan pelantikan, namun karena Bupati tidak merespon akhirnya tetap dilantik," jelasnya.

Kemudian, disampaikannya, pihaknya meminta salinan keputusan dan mengajukan gugatan ke PTUN, memang awalnya dalam PTUN umumnya, di permohonan itu minimalnya menentapkan calon sebagai penggantinya.

"Namun karena berdasarkan kesepakatan masyarakat Bode Lor untuk melakukan perhitungan ulang, akhirnya penetapan calon pengganti itu kami kesampingkan, jadi yang kita minta di PTUN itu untuk dilakukaknya perhitungan ulang," ungkapnya.

Menurutnya, perlu ditekankan terkait masalah kesepakatan, dari pihak panitia ini mengatakan bahwa dari para calon ada kesepakatan bahwa coblos simetris itu tidak sah, namun di peraturan Bupati dan juga pemerintah sendiri mangatakan bahwa coblos simetris itu sah.

Sementara itu, di sidang kemarin dalam tahap pembuktian itu, baik dari PMH dan PTUN itu tidak menunjukkan kesepakatan terkait coblos simetris itu. "Jadi kita anggap itu akal-akalan mereka, bahwa panitia itu membuat kesepakatan, yang pertama menerima hasil perhitungan dan tidak menuntut di kemudian hari," ujarnya. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • jasa desain interior jogja

    terimakasi infonya sukses selalu erl https://www.arsitekyogyakarta.com ...

    View Article
  • RobertoNum

    Truly quite a lot of wonderful data! canada pharmacies without script <a ...

    View Article
  • jasa buzzer politik

    terimakasi infonya sukses selalu ais https://digipolitica.com ...

    View Article
  • jasa aqiqah di surabaya

    terimakasi infonya sukses selalu ard https://aqiqahkitasurabaya.com/ ...

    View Article