Terkait Revitalisasi TIM, Pengamat: Seniman Harus  Diajak Berdiskusi

By Reaksi Nasional 20 Feb 2020, 14:11:25 WIBMegapolitan

Terkait Revitalisasi TIM, Pengamat: Seniman Harus  Diajak Berdiskusi

Keterangan Gambar :


Oleh Bontor Sitanggang

REAKSI JAKARTA - Revitalisasi TIM yang dimulai pada 3 Juli 2019 terus menuai protes dari berbagai kalangan. Rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menargetkan TIM bisa menjadi pusat kebudayaan dunia setelah direvitalisasi dinilai tidak menghargai seniman.

"Pertama Pemprov DKI harus menjelaskan peta jalan dan rencana induk pengembangan TIM ke depan, bagamana visi misinya (kebudayaan atau komersialisasi?), bagaimana tahapan pembangunan revitalisasinya? Bagaimana sistem pembiayaannya (APBD atau ada sponsor atau dikomersialkan?)," kata pengamat tata kota, Nirwono Joga, kepada Renas, Kamis (20/02/2020).

Selain itu, kata Joga, peta jalan dan rencana induk pengembangan TIM juga harus melibatkan para pelaku seni sejak awal, bagaimana pelibatannya, bagaimana menghidupkan TIM secara berkelanjutan kedepan, bagaimana TIM dapat menjadi pusat kegiatan seni berkelas dunia.

"Pemprov DKI dan Dinas Kebudayaan harus mau mendengarkan dan tidak perlu ragu untuk melibatkan para seniman karena pada akhirnya berkembang atau tidak TIM setelah direvitalisasi justru ada di tangan para seniman itu sendiri," kata Joga.

"Di situ masalahnya bahwa sejak awal justru para seniman sebagai pelaku, pengguna, dan yang akan menghidupkan TIM harus diajak berdiskusi sejak awal, karena merkalah yang paling tau apa yang dibutuhkan ke depan," pungkasnya.

Seperti diketahui, Forum Seniman Peduli TIM mengadukan proyek revitalisasi itu kepada Komisi X DPR RI pada Senin (17/2/2020).

Pimpinan Forum Seniman Peduli TIM, Radhar Panca Dahana, menyatakan, Anies tak pernah melibatkan mereka dalam rencana revitalisasi TIM.

Tindak lanjut dari aduan tersebut, Komisi X DPR berencana memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, DPRD DKI Jakarta dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang terlibat dalam revitalisasi TIM, untuk membahas proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM).

Hal tersebut diputuskan seusai menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki (TIM) di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/2/2020).

"Kami akan memanggil Saudara Gubernur Anies Baswedan, DPRD DKI dan PT Jakpro yang diposisikan dalam Pergub Nomor 63 sebagai pelaksana dari pembangunan atau revitalisasi TIM ini," ucap Huda, seperti dikutip Renas.

Selain memanggil pihak terkait, Komisi X DPR yang membidangi urusan kebudayaan bakal mengagendakan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi revitalisasi TIM, untuk mengetahui situasi terkini di lapangan. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment