Sudin SDA Jaksel Distribusikan 13 Pompa Apung ke Wilayah Rawan Banjir

By Reaksi Nasional 16 Okt 2020, 15:33:13 WIBMegapolitan

Sudin SDA Jaksel Distribusikan 13 Pompa Apung ke Wilayah Rawan Banjir

Keterangan Gambar :


REAKSI JAKARTA  - Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kota Jakarta Selatan mendistribusikan 13 pompa apung ke sejumlah wilayah rawan banjir.

"Kita punya 'basecame' pompa-pompa, ada di Setiabudi, Komplek Perdatam, ada di gudang SDA di Rawa Minyak, di JOE (Jagakarsa) dan Bukit Duri juga ada," kata Kepala Sudin SDA Kota Jakarta Selatan, Mustajab di Jakarta, Jumat (16/10).

Menurut Mustajab, penyimpanan pompa apung portabel ini disebar ke sejumlah wilayah bertujuan agar memudahkan akses apabila terjadi banjir dan genangan terutama di wilayah rawan.

Ke-13 pompa apung tersebut merupakan bantuan peralatan yang diberikan oleh Dinas SDA DKI Jakarta pada Rabu (7/10) lalu.

Dengan adanya 13 pompa apung ini, Sudin SDA Jakarta Selatan memiliki tambahan peralatan dalam penanggulangan banjir serta genangan di wilayah Jaksel.

"Kita sudah punya 12 pompa yang tersedia saat ini, lima pompa stasioner (menetap) dan tujuh pompa mobile," kata Mustajab seperti dikutip dari Antara.

Khusus untuk pompa mobile, dari tujuh pompa yang dimiliki ditambah dengan 13 pompa apung, maka Sudin SDA Jakarta Selatan memiliki peralatan pompa mobile sebanyak 20 unit.

Pompa stasioner dan mobile memiliki fungsi sama tetapi berbeda cara kerja. Pompa stasioner ditempatkan di wilayah 'langganan' banjir, daerah rendah dekat dengan pinggiran sungai atau kali. Bila terjadi limpasan air kali, tidak bisa mengering sendiri, maka dibantu dengan pompa yang menetap (stasioner) yang berada di wilayah tersebut.

"Kalau stasioner itu genangan atau banjirnya itu menetap, jadi dia diperlukan kode yang harus dibuatkan stasioner," katanya.

Sedangkan pompa yang mobile untuk genangan yang sifatnya dadakan. Misalnya, terjadi limpasan kali yang di daerah itu tidak disiapkan pompa stasioner.

"Misalnya genangan di jalan, makanya kita bantu dengan pompa mobile, untuk mempercepat pengeringan airnya," ujar Mustajab.

Sementara itu, pompa apung ini digunakan untuk keadaan darurat genangan di lingkungan. Jadi sifatnya tidak stasioner, tapi mobile dapat berpindah-pindah.

Operasional pompa apung telah digunakan saat menangani banjir akibat longsor di anak Kali Setu. Total ada dua unit pompa apung yang diturunkan.

"Kita berkeinginan dengan bertambahnya pompa apung ini genangan yang sering terjadi itu bisa secepatnya kita keringkan," ujar Mustajab. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment