Soal Pengeroyokan Siswi SMP, Pakar Hukum Pidana: Hukum Harus Ditegakkan

By Reaksi Nasional 10 Apr 2019, 15:37:21 WIBNasional

Soal Pengeroyokan Siswi SMP, Pakar Hukum Pidana: Hukum Harus Ditegakkan

Keterangan Gambar : Pakar hukum pidana dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad.


Oleh Bontor Sitanggang

REAKSI JAKARTA - Pakar hukum pidana dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad, mengatakan, pelanggaran hukum harus diproses secara hukum.

Menurut Suparji, dalam hukum pidana tidak ada kata damai atau maaf, semuanya harus ditindak. Ia juga menilai jika ada niat untuk damai, hal itu bukanlah solusi terbaik.

"Itu bukan tindakan terbaik karena itu bukan delik aduan dan tidak menimbulkan efek jera kepada pelaku. Secara normatif damai dalam pidana bukan solusi menyelesaikan masalah hukum," kata Suparji kepada Renas, Rabu (10/4/2019). Ia dimintai tanggapannya terkait kasus pengeroyokan seorang siswi SMP oleh 12 siswi SMA di Pontianak, Kalimantan Barat beberapa waktu lalu.

Menurut Suparji, kasusnya harus dilanjutkan secara hukum, sebab dengan demikian akan memberikan efek jera dan edukasi terhadap pelaku.

"Ya. Untuk memberikan efek penjeraan dan edukasi kepada pelaku, serta membuat tidak terulangnya perbuatan seperti itu," kata Suparji.

Proses hukum, kata Suparji, juga akan memertimbangkan terkait usia pelaku dan juga pelaku yang masih dalam masa studi.

"Iya itu nanti menggunakan UU Perlindungan Anak. Usia dan masa studi menjadi pertimbangan hakim," ucapnya.

Suparji menjelaskan, akan ada dampak negatif dan positif jika berdamai dan menempuh jalur hukum.

"Damai berdampak tidak tegasnya proses hukum, tidak menimbulkan efek jera dan menimbulkan ketidakpuasan korban dan keluarganya. Sedangkan jalur hukum sesuai dengan hukum dan dapat diproses secara transparan serta pelaku mendapatkan sanksi yang tegas," papar Suparji.

Dengan menempuh jalur hukum pun akan berdampak positif terhadap mental si korban.

"Ya menimbulkan tumbuhnya rasa keadilan karena merasa dibela oleh negara. Pasal 81 ayat 1 UU sistem peradilan anak. Nitizen sebagai gerakan moral dapat mendorong secara proporsional agar kasus ini diselesaikan oleh aparat penegak hukum secara prosedural dan profesional," pungkas Suparji Ahmad.

 Untuk diketahui, kasus kekerasan fisik yang dilakukan 12 siswi SMA terhadap seorang siswi SMP itu telah dilimpahkan ke Polresta Pontianak.

Menurut Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Anwar Nasir, sesuai hasil penyidikan Polresta Pontianak, korban yang duduk di kelas dua SMP tersebut dianiaya di dua lokasi berbeda.

"Kejadian pada 29 Maret, dijemput oleh sepupu namun diikuti dua siswi dan dicegat dan ditarik rambutnya di Jalan Sulawesi hingga pelaku terjatuh," ungkapnya kepada wartawan di Kapuas Palace, Rabu (10/4/2019).

Anwar juga menjelaskan, perkelahian berawal saat mantan pacar pelaku saat ini menjadi pacar sepupu korban. Selain itu orang tua dari salah satu pelaku pernah meminjam uang kepada korban. Meski telah dibayar, namun masih saja diungkit oleh korban.

"Karena salah satu pelaku merasa tersinggung, sehingga salah satu pelaku mengirim pesan singkat ke korban untuk bertemu di belakang Informa di Jalan Sulawesi," tuturnya.

Saat dianiaya di Jalan Sulawesi, korban sempat melarikan diri. Namun korban kembali dianiaya di Taman Akcaya. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • custom t shirt manufacturers china

    I was wondering if you ever thought of changing the structure of your website? Its ...

    View Article
  • cashmere sweater manufacturers in india

    Hi! I could have sworn I've been to this site before but after going through ...

    View Article
  • mercerized cotton polo shirts

    Awesome blog! Do you have any tips for aspiring writers? I'm planning to start ...

    View Article
  • cheerleader uniform dress

    I think this is one of the most important info for me. And i am glad reading your ...

    View Article