Setiap Jumat, Menaker Ida Bakal Bagi-bagi Uang

By Reaksi Nasional 15 Jun 2020, 11:52:34 WIBNasional

Setiap Jumat, Menaker Ida Bakal Bagi-bagi Uang

Keterangan Gambar : Menaker Ida Fauziah menyerahkan sejumlah bantuan kepada keluarga pekerja, termasuk memberikan uang insentif kepada pekerja yang dilibatkan melakukan penyemprotan disinfektan akibat di PHK


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA – Seriap hari Jumat, Menteri Ketenagakerjaan bakal membagi bagikan uang kepada pekerja yang ter PHK. Untuk membagikan uang itu, ia pun akan langsung terjun menjumpai masyarakat.

Pembagian duit sebesar Rp 500 ribu kepada setiap pekerja yang ter PHK dimaksudkan untuk mengoptimalkan program padat karya, sebagai salah satu program penanganan pekerja yang terdampak pandemi Covid-19. Selain menyasar pekerja, program ini juga memberi bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Program padat karya adalah program reguler Kemnaker tiap tahunnya. Namun selama pandemi, program ini mengalami refocusing menjadi program padat karya penyemprotan disinfektan. Program ini pun menjadi program rutinan setiap hari Jumat.

"Setiap Jumát, saya turun ke lapangan membantu pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan serta warga sekitar. Jumát kemarin di daerah Tamboa yang mengalami kebakaran sebelum lebaran. Kali ini untuk daerah dari sosial masyarakat keagamaan, " kata Menaker Ida dalam kegiatan program padat karya penyemprotan disinfektan di Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan (12/6)

Ia menjelaskan, setiap kegiatan padat karya penyemprotan disinfektan melibatkan 70 orang petugas dan mereka mendapat insentif sebesar Rp 500.000 dari Kemnaker. Kemudian memberikan sembako kepada warga sekitar.

"Tiap kegiatan melibatkan 70 pekerja yang dilakukan secara bergilir sesuai dengan protokol kesehatan. Jadi ini sebenarnya memberdayakan teman-teman yang di PHK dan dirumahkan, dengan diberi kesempatan untuk mendapatkan pendapatan," kata Ida.

Data Kemnaker per 27 Mei 2020 menunjukan, terdapat 3.066 juta pekerja yang di PHK maupun dirumahkan akibat Covid-19. Dari jumlah tersebut, 1.757 juta data pekerja telah cleansing, artinya datanya diketahui by name-by address. Sisanya, 1.274 juta pekerja masih dilakukan cleansing.

Dari 1.757 juta pekerja terdampak Covid-19, 380.221 pekerja di antaranya merupakan pekerja formal ter-PHK. Sisanya, 1.058.284 pekerja sektor formal dirumahkan dan 318.959 pekerja informal (termasuk UMKM) yang terdampak.

Selain itu, menjelang masa new normal ia juga menyebutkan telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor M/7/AS.02.02/V/2020 tentang Rencana Keberlangsungan Usaha Dalam Menghadapi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Protokol Pencegahan Penularan Covid-19 Di Perusahaan.

“Di masa kenormalan baru, perusahaan dan pekerja harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Komitmen menerapkan protokol kesehatan adalah kunci terwujudnya kenormalan baru yang produktif, sehat, dan aman. Ketika PSBB sudah dicabut, perusahaan melakukan aktivitas produksi lagi, maka yang harus dijaga adalah bagaimana protokol kesehatan bisa dilakukan di perusahaan atau industri," ujarnya. (R1)

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. hasil totobet 22 Jun 2020, 10:45:10 WIB

    Sebaiknya jgn hanya disatu daerah saja, kalau bisa daerah yang byk masyarakat miskin diberlakukan juga.

View all comments

Write a comment