Sebagian Aset & BMN Milik Kemnaker di Qatar Rusak, Minta Dihapus

By Reaksi Nasional 16 Apr 2019, 14:33:05 WIBNasional

Sebagian Aset & BMN Milik Kemnaker di Qatar Rusak, Minta Dihapus

Keterangan Gambar : Kepala Tim Pendataan BMN Kemnaker Sumarno didampingi stafnya, Sahala Pasaribu dan Laode (kanan) berdiskusi di kantor Dubes RI untuk Qatar terkait aset Kemnaker


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA – Terkait masih adanya catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai aset negara yang dikelola Kementerian Ketenagakerjaan di luar negeri, tim penertiban Aset dan Barang Milik Negara (BMN) Kemnaker mengunjungi kantor Duta Besar RI di Qatar. Kunjungan itu dimaksudkan untuk mendata BMN.

Usai berkunjung ke Qatar, Kepala Tim Pendataan BMN Kemnaker Sumarno mengatakan, pihaknya diterima dan disambut Dubes RI Qatar, Marsekal Madya (Purn) Muhammad Basri Sidehabi dengan baik.

“Kami disambut Dubes RI Qatar dengan baik. Dalam pertemuan itu, pak Basri Sidehabi menyebutkan aset milik Kemnaker sudah banyak yang tidak terpakai,” kata Sumarno, yang juga menjabat Kepala Biro Umum Kemnaker, Selasa (16/4)

. Namun dengan aset tersebut, kata Sumarno melanjutkan Atase Ketenagakerjaan (Atnaker) bisa memberikan kontribusi positif bagi Kedubes. Keberadaan Atnaker itu, sangat membantu dalam melakukan pembinaan kepada warga negara Indonesia di Qatar. Pembinaan itu, misalnya menyelesaikan berbagai persoalan yang menimpa para WNI bermasalah di negara itu.

“Yang disebut warga negara bermasalah disini, adalah para Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di Qatar secara ilegal karena ditempatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di tanah air yang bekerjasama dengan para agen tenaga kerja asing di Qatar. Mereka masuk ke Qatar secara ilegal, namun ketika tertimpa musibah barulah mencari Kedubes untuk meminta bantuan, baik penampungan maupun bantuan hukum,” ujarnya

Tentang BMN yang menjadi temuan BPK, Atase Keternagakerjaan RI untuk Qatar Muhammad Yusuf yang turut mendampingi Dubes Basri menjelaskan, saat ini tertatat dua kendaraan dinas yang belum didata di bagian BMN Kementerian, yakni sebuah kendaraan roda empat produksi tahun 2010 dan kendaraan yang dibeli pada 2018.

“Sedangkan barang-barang lainnya berupa meja, kursi dan komputer sudah rusak dan mestinya sudah dihapus dari data barang milik negara karena sudah tidak berfungsi lagi,” kata Sumarno menirukan Yusuf.

Usai berdikusi dengan Dubes dan Atase, kata Sumarno, Tim BMN juga meninjau ruang penampungan TKW Ilegal yang terletak di belakang Kantor Kedutaan RI di Qatar. Penampungan itu hanya mampu menampung belasan orang, padahal jumlah WNI bermasalah saat itu tercatat 15 orang dari 40 orang pada awal tahun ini.

“Sebagian sudah dipulangkan ke tanah air. Saat ini, ke 15 WNI bermasalah itu sedang menunggu penyelesaian permasalahannya di pengadilan setempat. Ada di antara mereka yang sudah menjadi penghuni penampungan selama dua tahun dan mereka diberikan pelatihan berbagai ketrampilan oleh istri-istri Staf Kedubes. Pelatihan itu dimaksudkan untuk mengisi kekosongan waktu dan diharapkan akan bermanfaat sekembalinya mereka ke tanah air. (R1)

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • custom t shirt manufacturers china

    I was wondering if you ever thought of changing the structure of your website? Its ...

    View Article
  • cashmere sweater manufacturers in india

    Hi! I could have sworn I've been to this site before but after going through ...

    View Article
  • mercerized cotton polo shirts

    Awesome blog! Do you have any tips for aspiring writers? I'm planning to start ...

    View Article
  • cheerleader uniform dress

    I think this is one of the most important info for me. And i am glad reading your ...

    View Article