SDM Unggul Kunci Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

By Reaksi Nasional 24 Jun 2020, 14:25:18 WIBNasional

SDM Unggul Kunci Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Keterangan Gambar : Kepala Barenbang Kemnaker, Tri Retno Isnaningsih membuka Webinar Ketenagakerjaan dari ruang kerjanya. Webinar itu bertajuk “Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan sebagai Tolak Ukur Daya Saing Nasional. 


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA – Kepala Barenbang Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan, Tri Retno Isnaningsih mengatakan, pembangunan sumber daya manusia (SDM), kelembagaan dan peganggarannya  merupakan bagian integral dalam pembangunan nasional. Oleh karena itu,  ketiga unsur tersebut saling terkait satu sama lain.

Ia mengatakan itu saat membuka Webinar Ketenagakerjaan bertajuk “Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan sebagai Tolak Ukur Daya Saing Nasional” di Jakarta, Selasa (23/6), kemarin.

Menurut Retno, rencana Pembangunan Jangka Menegah (RPJM) telah memfokuskan pada peningkatan kualitas SDM. Hal tersebut dilakukan karena SDM yang unggul menjadi kunci untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan daya saing nasional.

"Pembangunan SDM sangat strategis bagi Indonesia yang sedang menikmati bonus demografi hingga 10 tahun ke depan," katanya.

Adapun langkah untuk meningkatan daya saing SDM, katanya, pemerintah telah melakukan kerja sama baik tingkat nasional maupun internasional. Sebagai contoh, pemerintah telah bekerja sama dengan Knowledge Sector Initiative (KSI) Australia, dan menggelar program Indonesia Development Forum (IDF) pada 2019. Forum ini, kata Retno,  menjadi wadah bagi sektor publik, swasta, dan nirlaba untuk bertemu, bertukar gagasan, dan mencari solusi guna mengatasi tantangan pembangunan Indonesia.

Salah satu poin bentuk kerja sama Pemerintah Indonesia dan Australia adalah komitmen menurunkan tingkat ketidaksetaraan melalui informasi kebijakan guna pencapaian pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Untuk mewujudkan kerja sama tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan melakukan upaya untuk pensetaraan kebijakan yang bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Terkait dengan kenaikan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) nasional pada 2019, Retno menyebutkan, ada peningkatakan sebanyak 0,25. Peningkatan juga diikuti oleh meningkatnya provinsi dengan IPK kategori menengah atas dengan skor di atas 66,00 yang terdapat di 7 provinsi.

"Tahun 2019 IPK untuk pertama kalinya berhasil mencapai Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) Nasional mencapai nilai 61,06, meningkat 0,25 dibandingkan 2018 yang sebesar 60, 81," ucapnya. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment