SDM Kompeten Menjadi Syarat Persaingan Global

By Reaksi Nasional 09 Sep 2019, 13:31:46 WIBNasional

SDM Kompeten Menjadi Syarat Persaingan Global

Keterangan Gambar :


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA – Dalam era industri 4.0, Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya saing tinggi  menjadi syarat mutlak untuk dapat persaingan global yang semakin ketat. Terkait itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan dan program untuk meningkatkan akses dan mutu pelatihan vokasi guna menyiapkan SDM kompeten dan berdaya saing.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengtakan, pengembangan kompetensi SDM menjadi sangat strategis yang harus dilakukan pemerintah bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat untuk tujuan lebih produktif

“Kebijakan yang telah dilakukan adalah menetapkan pelatihan kerja berbasis kompetensi yang inklusif atau tidak mempersyaratkan (batasan) usia maupun latar belakang pendidikan, sehingga masyarakat mempunyai akses atau kesempatan untuk memiliki skill atau keterampilan," kata Hanif di acara Musyawarah Nasional XIII Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) 2019 di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (7/9).

Selain itu, ia juga menyebutkan, adanya program Re-orientasi, Revitalisasi dan Re-branding (3 R) Balai Latihan Kerja milik pemerintah ( BLK UPTP). Program ini, kata Hanif,  ditujukan untuk mempercepat dan masifikasi produksi SDM yang kompeten di berbagai bidang kejuruan prioritas, sekaligus meningkatkan relevansi keluaran BLK sesuai kebutuhan pasar kerja.

Ia mengatakan, kejuruan di berbagai BLK telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja di era Revolusi Industri 4.0. Misalnya kejuruan menjahit yang telah di upgrade menjadi kejuruan fashion technology, yang melatih peserta bukan hanya agar terampil menjahit, tetapi terampil mulai dari mendesain, memproduksi sampai dengan memasarkan produk yang dibuat.

Kemudian adanya program “Triple Skilling”, yaitu Skilling, Up-skilling dan Re-skilling. Skilling merupakan pelatihan bagi calon tenaga kerja yang belum siap untuk bekerja. Program ini merupakan bridging program akibat lulusan pendidikan formal yang mismatch dengan kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan di dunia usaha/ industri.

Sedangkan Up-skilling merupakan pelatihan bagi pekerja yang ingin meningkatkan kompetensi ataupun karirnya, Re-skilling merupakan pelatihan bagi pekerja yang terdampak PHK atau kehilangan pekerjaan maupun alih profesi (karir baru) sehingga tetap bisa mendapatkan pekerjaan.

“Kebijakan lainnya adalah  pemagangan nasional, yaitu program pemagangan berdasarkan jabatan kerja. Kemudian pemagangan luar negeri dilaksanakan bersama-sama dengan perusahaan di luar negeri melalui kerjasama dengan Sending Organization (IM Japan dan Shikamachi).

Hanif mengatakan, hingga saat ini, pemerintah terus mempersiapkan tenaga kerja Indonesia agar mampu mengikuti perubahan, berdaya saing, dan survive di dunia kerja yang berubah.

"Ada beberapa pekerjaan lama yang hilang, namun diprediksi akan ada pula sekitar 3,7 juta pekerjaan baru yang muncul. Dunia industri akan mengalami disrupsi dan kolaborasi beberapa jenis platform baru, sehingga menghasilkan jenis industri baru. Hal ini berdampak pada jenis pekerjaan dalam industri tersebut, " kata Hanif. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • prescription meds without the prescription

    <a href="http://canadianpharmaciesoffer.com/">no 1 canadian pharcharmy ...

    View Article
  • khosim

    Have you ever considered about including a little bit more than just your ...

    View Article
  • Cindygocoego

    cialis 20 mg <a href="http://canadianpha.com">cialis canadian ...

    View Article
  • Cindygocoego

    cialis 20 mg <a href="http://canadianpha.com">cialis canadian ...

    View Article