RS Gunung Jati Cirebon Tangani PMI Rujukan BNP2TKI

By Reaksi Nasional 10 Apr 2019, 11:22:36 WIBJabar dan Banten

RS Gunung Jati Cirebon Tangani PMI  Rujukan BNP2TKI

Keterangan Gambar :


Oleh Sukadi

REAKSI CIREBON – Rumah Sakit (RS) Gunung Jati Cirebon tangani Pekerja Migran Indonesia (PMI) rujukan BNP2TK. Catu Kardi Kasma adalah PMI yang  sudah  27 tahun bekerja di luar negeri. Namun ia pulang dalam keadaan sakit dan tidak digaji.  

Dia berangkat pada Februari 1992  dengan tujuan ke Saudi Arabia dan diberangkatkan melalui PT. Era yang sekarang sudah non aktif.

Semenjak keberangkatan PMI itu tidak ada komunikasi karena alat komunikasi pada waktu itu maish sangat terbatas. Selama keberangkatannya, baru sekali ia mengirim uang sebesar Rp. 1.200.000 ke keluarganya.

Berdasarkan keterangan dari konsultan hukumnya, Sumarto SH, pada tahun 1994 setelah selesai kontrak, PMI itu tidak langsung pulang masih dirumah majikannya. Dan sebelum PMI dipulangkan, ia sempat jatuh sakit dan dibawa ke Rumah Sakit oleh majikannya.

“Pada tahun 1994 setelah selesai kontrak, ia tidak langsung pulang masih dirumah majikannya. dan sebelum PMI dipulangkan, ia sempat jatuh sakit dan dibawa ke Rumah Sakit oleh majikannya Berdasarkan keterangan dari dokter yang menanganinya, ia mengidap kanker. Sudah 4 tahun mengidap kanker, ia baru merasakan sakit selama 8 bulan terakhir. Karena tidak mau mengambil resiko, majikannya berkoordinasi dengan Konsulat Jendral RI untuk memulangkan PMI tersebut” terangnya.

Ia mengaku sangat kecewa dengan Konsulat Jendral RI atau kepada perwakilan/otoritas kita di jedah. Seharusnya TKI dapat dipulangkan apabila hak sudah terpenuhi.

“Kok bisa PMI bekerja 27 tahun, maka  semudah itu dia memberikan exs premitnya, mengeluarkan paspor untuk proses pulangnya, seharusnya exs premitnya apabila hak normatif sudah terpenuhi dan setelah slesai mas kerjanya baru tki tersebut dapat dipulangkan,” ujarnya.

Sumarto SH mengatakan, Catu saat ini telah menjalani operasi kenker di Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon pada Senin (8/4/19).

“Catu Kardi Kasma saat ini sudah menjalani operasi atas kanker stadium 4 di RS.Gunung Jati Cirebon kemarin Senin 8 April 2019. Pelaksanaan operasi dilakukan dari pukul 09.00 - 14.00. Alhamdulillah pelaksanaan operasi berjalan lancar tanpa ada hambatan dan rintangan,” ungkapnya.

Selanjutnya ia  berharap kepada semua pihak terakait untuk menuntut dan memperjuangkan hak PMI.

“Untuk selanjutnya kami mohon kepada semua pihak  khususnya instansi pemerintah terkait untuk membantu menuntut majikan (pengguna jasa) dan memperjuangkan  akan apa yang menjadi hak PMI tersebut. Atas perhatian, arahan, bantuan serta koordinasinya saya ucapkan banyak terima kasih,” kata Sumarto saat ditanya melalui sambungan telepon, Selasa (9/4/19).

Ia juga mengatakan, biaya dari pengobatan PMI tersebut berasal dari pemerintah atas rekomendasi pengaduannya. Saat ditanya terkait tuntutan yang diinginkan tersebut, ia menyebut menuntut pemerintah seperti Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Kementrian Luar Negeri (Kemenlu), dan Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) agar segera turun tangan memanggil dan memberi sanksi kepada PT yang memberangkatkan, dan untuk menuntut majikan terkait penyembuhan, membayar apa yg menjadi haknya dan sistem upah yg ada di sana selama 27 tahun bekerja. (R1)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • gajjosk

    ??????? ?? ??????????!!!!! ...

    View Article
  • Indocommco

    Ya benar sekali SDM kita masih kurang mengenal perkembangan teknologi, bahkan masih ...

    View Article
  • toko bunga Jakarta

    Tanaman hias di sepanjang jalan di Jakarta jika sudah masuk musim kemarau menjadi ...

    View Article
  • Konsultan Pajak

    Biasanya penunggak itu malas bayar atau gak tahu cara hitungnya, lebih baik dateng ...

    View Article