Program SDC Cetak Produktivitas Wirausahawan dan Pekerja Terampil

By Reaksi Nasional 23 Nov 2021, 09:39:50 WIBNasional

Program SDC Cetak Produktivitas Wirausahawan dan Pekerja Terampil

Keterangan Gambar : Rosa Safei (kiri), wirausahawan pembudidaya Jamur Tiram mengaku ada peningkatan produktivitas setelah mengikuti pelatihan melalui program SDC.


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI SUMEDANG – Program Skil Development Centre (SDC) merupakan salah satu program pelatihaan andalan untuk mengurangi pegangguran dan kemiskinan. Untuk saat ini, program itu dilaksanakan di BLK milik pemerintah daerah dengan dukungan APBN Kementerian Ketenagakerjaan.

Pelatihan ini diyakini mampu menyerap peganggur untuk berwirausaha dan bekerja di dunia industri karena melibatkan akademisi, kalangan usaha/industri (buyer), komunitas masyarakat dan pemerintah dalam pelatihannya. Bahkan mekanisme penempatan peserta untuk bekerja di industry juga sangat jelas karena menggunakan by name, by job dan by addres.

Ide dari program ini berawal dari kurang optimalnya pemanfaatan  modalitas dan sumberdaya pengembangan kompetensi SDM di  daerah  sebagai akibat dari kurangnya koordinasi, sinerjitas dan harmonisasi kebijakan dan program lintas sektor dalam penanganan masalah ketenagakerjaan sebagai bagian integral dari pembangunan daerah dan pembangunan nasional.

Selain itu, dipengaruhi juga dengan kondisi mismatch yang berkepanjangan antara dunia pendidikan dan pelatihan vokasi dengan kebutuhan dunia industry dan dunia kerja (IDUKA) akan jenis dan kualifiasi tenaga kerja. Dengan kondisi seperti itu, kehadiran SDC di berbagai daerah akan menjadi anti pegangguran dan kemiskinan karena program ini ditujukan untuk investasi sumber daya manusia berbasis lokal dengan penempatan tenaga kerja berbasis Antar Kerja Lokal (AKAL).

Saat ini baru ada 20 BLK yang melaksanakan program pelatihan SDC, salah satunya adalah BLK Sumedang. Kepala BLK Sumedang Irma Dewi Agustin mengatakan, ada dua program pelatihan yang dilaksanakan dalam program SDC. Pertama, program pelatihan up skill dengan penempatan langsung ke industri. Kedua, program peningkatan produktivitas wirausahawan.

“Animo masyarakat Sumedang mengikuti program SDC ini sangat tinggi karena pelatihan ini langsung menempatkan pesertanya bekerja di industri dan juga mampu meningkatkan produktifitas wirausahawan,” kata Irma saat mendampingi Renas meninjau usaha peserta pelatihan SDC yang membudidayakan Jamur Tiram di Dusun Kojengkang, Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jumat (19/11/2021)

Ia mengatakan, program pelatihan SDC disusun berdasarkan button-up sehingga mampu meng-up skill pesertanya. Dengan cara dan mekanisme seperti itu, katanya melanjutkan, kemampuan dan produktifitas peserta yang berwirausaha membudidayakan potensi daerah atau kearifan lokal semakin meningkat. Demikian juga program pelatihan up skill, peserta  langsung bekerja di industri karena kompetensinya meningkat. Pelatihan peningkatan kemampuan berwirausaha adalah dengan membudidayakan potensi daerah  atau kearifan lokal, seperti budidaya jamur tiram, madu, ikan lele dan lainnya.

Terkait pelatihan itu, kata Irma menjelaskan, pihaknya terlebih dahulu melakukan survei untuk melihat dan menilai jenis potensi daerah yang bakal dikembangkan. Hal semacam itu juga dilakukan saat melakukan pelatihan peningkatan kompetensi yang akan bekerja di industri.

“Jika hasil survei sudah bagus maka kami melibatkan akademisi dan buyer dalam pelaksanaan pelatihannya sehingga, ketika pelatihan usai maka produktifitas wirausahawan bisa meningkat serta produksinya punya pangsa pasar. Sementara, yang ikut program penempatan bisa langsung diterima bekerja,” katanya.

Rosa Safei (25), peserta pelatihan SDC yang berwirausaha dengan budidaya jamur tiram mengaku, memiliki ilmu mengenai cara membudidaya jamur, membuat bibit serta pengolahannya setelah ada up grade pelatihanya. Bahkan ia juga mengaku ada peningkatan produktifitas membudidayakan jamur tiram usia mengikuti pelatihan itu.

“Kalau dulu kami hanya diajari mengenai ilmu dasar mengenai jamur. Tetapi setelah ada program SDC kami diajari bagaimana cara membuat bibit, cara pemasaran dan pengolahan pasca panen,” katanya.

Ia menjelaskan, ketersediaan bibit bagi pembudidaya jamur selalu menjadi masalah. Untuk memperoleh bibit saja, kata Rosa, ia harus antre sampai sebulan dua bulan. Dalam satu bulan bisa mendapatkan 1.000 bibit. Tapi, karena kelangkaan bibit, bisa saja harus menunggu sampai dua bulan. Namun, ia sangat terbantu setelah mengikuti pelatihan SDC karena sudah bisa membuat bibit sendiri. Bahkan ia berencana memproduksi bibit untuk membantu dan mempermudah pembudidaya jamur lainnya.

Selain itu, ia juga mendapat ilmu terkait pemasaran dan pengolahan jamur pascapanen. Saat panen raya, kata Rosa, jamur bisa berlimpah dan hal itu membuat harga jualnya bisa jatuh. Namun melalui program SDC, ia mengenal buyer dan mendapat ilmu cara pengolahan jamur. Perkenalannya dengan buyer membuatnya percaya diri karena pangsa pasar menjadi pasti dan hasil panen tidak selalu dijual mentah. "Bisa diolah dulu untuk meningkatkan nilai ekonomis," katanya sambal menambahkan ada manfaat mengikuti program SDC, yakni kualitas dan peningkatan hasil panen bisa meningkat.

Hak senada juga diungkapkan Nurdianto Widagdo. Pria yang sudah berkeluarga ini menekuni budidaya jamur tiram beserta istrinya. Pasangan suami istri ini mendirikan usaha “Rumah Jamur Karaos” dan mulai memasarkan olahan jamur tiram sejak dua  minggu lalu. Ia mengatakan, tiap hari selalu up date mengenai pemasarannya.

“Kami baru dua minggu lalu menjual produk makanan dari olahan jamur tiram ini dan hasilnya lumayan bagus. Saat ini baru di daerah Sumedang saja kami pasarkan dan itupun melalui penjualan on line. Kami sudah memasarkannya melalui media social dan mudah mudahan bisa berkembang,” kata Nurdianto.

Sementara itu, Sofi (19), mensyukuri adanya program SDC di BLK Sumedang karena melalui program tersebut ia bisa bekerja di PT Panca Ragam Toyindo, perusahaan di Majalengka yang memproduksi boneka untuk di ekspor ke luar negeri.

“Saya baru lulus SMK. Setelah lulus saya ikut pelatihan menjahit dan kemudian bisa bekerja. Saya berterimakasih kepada Kementerian Ketenagakerjaan dan BLK Sumedang,” kata Sofi.

Ia mengatakan, awalnya hanya mendaftar untuk mengikuti pelatihan menjahit di BLK Sumedang. Tetapi dengan adanya program SDC ia pun mengikuti pelatihan di perusahaan selama 28 hari untuk peningkatan ketrampilan menjahit. Usai pelatihan, manajemen perusahaan langsung merekrut untuk bekerja. “Jadi, baru empat hari saya bekerja disini,” katanya menceritakan kisahnya. 

Desainer boneka PT Panca Ragam Toyindo Dely Saputra mengaku progress dan kompetensi para pekerja peserta pelatihan program SDC itu sudah cukup bagus. Mereka pada umumnya tidak butuh waktu panjang untuk mengetahui cara menjahit boneka karena sudah memiliki dasar menjahit.  Namun, kata Dely, mereka masih butuh bimbingan dan arahan agar hasilnya bisa lebih baik.

“Mereka masih butuh arahan mengenai pengenalan bahan boneka dan cara menggunting polanya.. Jadi intinya, yang paling dibutuhkan di industri boneka adalah yang bisa menjahit dan mereka sudah bisa untuk itu,” katanya.

Ia menyebutkan, program SDC ini merupakan program yang saling menguntungkan karena antara pencari kerja dan industri saling membutuhkan. "Pencari kerja  mendapat keterampilan sesuai kebutuhan perusahaan, dan perusahaan bisa cepat mendapat tenaga kerja seperti yang diinginkan," katanya.

Bagaimana kesejahteraan para pekerja di perusahaan tersebut? Menjawab itu, Kepala HRD PT Panca Ragam Toyindo Subianto mengatakan, setiap bulan karyawan yang sesuai standar memperoleh upah sesuai UMK. Kemudian perusahaan juga memberlakukan delapan jam waktu bekerja. Namun karena perusahaan baru berdiri dua tahun, belum sepenuhnya karyawan peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJS TK).

“Perusahaan ini baru berdiri sejak dua tahun lalu dan produksinya juga belum maksimal. Kami pasti mengikutsertakan seluruh pekerja menjadi anggota BPJS jika produksinya maksimal dan ekspornya juga sudah mulai lancer. Sekarang baru 60 persen yang menjadi peserta BPJS,” kata Subianto. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • tempat les bahasa inggris

    sering - sering update artikelnya | ang ...

    View Article
  • Jasa Sumur Bor yogyakarta

    jarang sekali ada web site yang meyediakan artikel semenarik ini | ang ...

    View Article
  • jasa bikin seragam online murah di bandung

    Situs Anda selalu memberikan berita yang update, menarik dan bermanfaat | nur ...

    View Article
  • jasa bikin seragam partai di bandung

    artikelnya sudah bagus, di tunggu update terbarunya terimakasih | nur ...

    View Article