Prof Manlian: Pembangunan SkyBridge Tanah Abang Belum Layak

By Reaksi Nasional 08 Mar 2018, 09:34:27 WIBNasional

Prof Manlian: Pembangunan SkyBridge Tanah Abang Belum Layak

Keterangan Gambar : Prof Dr Manlian Ronald A Simanjuntak


Oleh Bontor Sitanggang

REAKSI JAKARTA – Guru Besar Universitas Pelita Harapan Prof Dr Manlian Ronald A Simanjuntak menegaskan bahwa pembangunan SkyBridge Tanah Abang belumlah laik (layak). Ia mencermati apa dasarnya akan dibangun skybridge pasca apa yang disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Sandiaga Uno beberapa waktu lalu.

"Apakah akibat penutupan Jalan Jatibaru Raya, sehingga kemudian diperlukan ruang tambahan di Kota Jakarta ini? Atau ada dasar lain yang lebih jelas?," ujar Manlian Simanjuntak kepada Reaksi saat dihubungi, Kamis (8/3/2018).

Menurut Manlian, jika tidak ada perencanaan dari awal untuk menyelenggarakan Kota Jakarta, ia mengatakan sangat tidak setuju dengan rekomendasi yang disampaikan Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno itu.

"Oleh karena kita tahu bersama bahwa Jakarta sudah terlalu padat dan jenuh. Jakarta sudah dikepung dengan pembangunan infrastruktur yang serentak termasuk di perbatasan wilayah Jakarta," ungkapnya.

"Saya berniat baik untuk memberitahukan kebenaran yang ada bagi kita semua agar kita dapat mengelola Kota Jakarta yang jelas sudah sangat padat atau jenuh. Harus ada pendekatan pemikiran yang cermat dan baik untuk menata Kota Jakarta," jelas dia.

Ia menjelaskan, euforia pesta pembangunan infrastruktur di Jakarta saat ini dapat berdampak menurun atau bahkan hilangnya budaya konstruksi Indonesia.

Manlian memberikan beberapa kajian kritis tentang pembangunan skybridge di Tanah Abang tersebut, yang pertama, adalah dalam menyelenggarakan kota kita harus kenal tipe kota yang baru dan tipe kota yang sudah terbangun (eksisting).

"Jakarta saat ini masuk dalam proses. Kedua, di mana kita sedang mengelola Kota Jakarta yang sudah ada. Dalam hal ini sebelum skybridge dibangun apakah kita sudah menerapkan prinsip manajemen risiko," ucap Manlian.

Kemudian, dalam menyelenggarakan pelayanan Kota Jakarta harus berbasis perencaanaan. Yang menjadi pertanyaan, adalah apakah pembangunan skybridge di Tanah Abang ada perencanaannya dalam bentuk studi kelaikan? Bagaimana dengan RUTR-RBWK-RDTR (rencana umum tata ruang - rencana bagian wilayah kota – rencana detail tata ruang) Jakarta? Perencanaan memerlukan waktu.

"Membangun Jakarta harus direncanakan dalam bentuk Rencana Pembangunan Jangka Pendek Menengah Panjang (RPJPMP) yang diturunkan dari provinsi ke lingkungan kotamadya. Apakah Walikota Jakarta Pusat sudah tahu dan merencanakan hal pembangunan skybridge yang akan menghubungkan Stasiun Tanah Abang - Blok G? Adakah perencanaannya?," papar Manlian.

Dikatakannya, tidak ada hubungan pembangunan skybridge dengan pengalokasian pedagang di Jalan Jatibaru.

"Pertanyaan saya sudah tepatkah peruntukan berjualan di atas fungsi jalan atau sirkulasi kota," tegasnya.

Jakarta kata Manlian, tidak bisa dibandingkan dengan kota lain seperti yang dilakukan oleh wagub yang membandingkan Jakarta dengan Kota Bandung, sehingga setelah melihat Kota Bandung maka akan diterapkan pembangunan skybridge di Tanah Abang adalah tidak jelas pengertiannya.

Sebab, menurutnya, setiap kota memiliki keunikan, apalagi Jakarta adalah daerah khusus tempat Ibukota Negara Republik Indonesia.

"Dari segi teknis bagaimanalah desain arsitektur struktur MEP skybridge menggunakan bahan bangunan apa. Berapa volumenya bagaimana sistem metode konstruksinya ini semua dasar kita menghitung berapa lama dapat dibangun. Pembiayaan dari mana? APBN? APBD? investasi swasta? Adakah kajian awalnya?," tutur dia lagi.

"Rakyat juga harus dididik apa yang disampaikan oleh Wagub DKI Jakarta, itupun sama dengan pengertian Gubernur DKI Jakarta. Dalam hal ini, Gubernur dan Wagub sudah menyatu, sehingga kita memerlukan alasan yang sudah dikaji benar juga dari bapak Gubernur. Kita bisa jawab bersama berdasarkan kajian singkat di atas. Laikkah pembangunan SkyBridge Tanah Abang? Jawaban saya saat ini tidak," tegas Prof Manlian Simanjuntak. ***



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. Arsitek Indonesia 17 Mei 2018, 14:48:43 WIB

    yup benar sekali, jakarta sudah terlalu padat dan penuh, perlu penataan lagi untuk sektor sektor yang padat dengan penduduk, apa lagi lingkungan tempat tinggal yang masih terbilang usel uselan di plosok jakarta, lalu juga sektor pembangunan gedung gedung bertingkat perlu di tinjau dari segi bangunan arsiteknya perlu di buat lebih bersahabat dengan lingkungan alias tidak menambah efek pemanasa global / rumah kaca

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • ms-marvelhlniw

    ???? ?????? (2021) ???????? ?????? ????????? <a ...

    View Article
  • ms-marvelnvvrs

    ???? ?????? (??????) <a href="http://bit.ly/ms-marvel-1-8-seriya">?? ?????: ...

    View Article
  • BrianNok

    dark web links <a href="https://deepdruglink.com/ ">darknet drug links ...

    View Article
  • TeoClink

    <a href="https://retina.best/">retin a cream no prescription</a> ...

    View Article