Polri-Kemnaker Tangkap Pemalsu Sertifikat K3

By Reaksi Nasional 26 Nov 2019, 14:05:15 WIBNasional

Polri-Kemnaker Tangkap Pemalsu Sertifikat K3

Keterangan Gambar : Polisi menyita 2 dus barang bukti hasil kejahatan berupa dokumen negera bidang Ketenegakerjaan.


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA - Tim gabungan Polri dan Kemnaker berhasil menangkap tiga pemalsu dokumen negara bidang ketenagakerjaan. Dokumen yang dipalsukan itu adalah sertifikat pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Sertifikat K3), Surat Keputusan Penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan (SKP AK3), dan Kartu Lisensi (Kartu Kewenangan).

Ketiga tersangka yang memiliki peran berbeda-beda tersebut ditangkap di tiga lokasi berbeda dan mereka dijerat ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Plt. Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Kemnaker, Iswandi Hari, menjelaskan, tim gabungan yang melakukan operasi adalah Ditreskrimum Polda Sulawesi Tenggara, Polres Gresik, Ditreskrimum Polda Metro Jaya, dan Tim Kemnaker. Tiga orang tersangka yang ditangkap adalah AYT (29 tahun), NH (32), dan MTN (41).

"Tim gabungan menangkap tiga orang tersangka yang biasa memalsukan dokumen negara dan sudah beroperasi selama dua tahun," kata Iswandi dalam rilis Humas Kemnaker yang diterima Reaksi, Selasa (26/11).

Iswandi yang juga jenderal bintang satu itu menyebutkan, tersangka AYT yang berperan sebagai marketing (pencari korban) ditangkap di Gresik, Jawa Timur, Kamis, 14 November 2019.

"Tersangka AYT berperan sebagai marketing dengan memakai identitas palsu. Mengaku sebagai pegawai Kementerian Ketenagakerjaan yang dapat dengan cepat mengurus sertifikat pelatihan K3, Surat Penunjukan AK3, dan Lisensi," ujarnya.

Kemudian, tersangka NH ditangkap di Cileungsi, Jawa Barat, Jumat, 15 November 2019. Tersangka NH berperan sebagai pengarah. "Dia membuat model dan bentuk Sertifikat Pelatihan K3, Surat Penunjukan AK3, dan Lisensi," ujarnya.

Adapun, tersangka MTN ditangkap di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 15 November 2019. Dia berperan sebagai pembuat atau pencetak dan pengirim sertifikat pelatihan K3, Surat Penunjukan AK3, dan Lisensi kepada korbannya.

"Ketiga tersangka dijerat Pasal Pasal 263 KUHP Jo Pasal 55 KUHP. Ancaman hukumannya adalah enam tahun penjara," ujar Iswandi.

Iswandi menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan dukungan pihak Polri dalam mengungkapkan kasus pemalsuan dokumen ini. "Kita berharap kasus ini menjadikan efek jera bagi siapapun, sehingga tidak lagi terulang di masa mendatang," tandasnya. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment