Polisi Tangkap Jaringan Pelaku Diduga Mafia Tanah di Bekasi
Oleh Achmad Daroji

By Reaksi Nasional 05 Sep 2018, 21:09:11 WIBNasional

Polisi Tangkap Jaringan Pelaku Diduga Mafia Tanah di Bekasi

Keterangan Gambar :


REAKSI BEKASI-  Polda Metro Jaya menangkap jaringan pelaku yang diduga mafia tanah seluas 7.720 meter persegi di Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Tujuh pelaku di antaranya merupakan pejabat di badan pemerintahan.

Tujuh orang itu adalah HS selaku camat, AS sebagai Sekretaris Desa, HA sebagai Kepala Desa, H sebagai Kepala Dusun, HB sebagai staf Bagian pemerintahan, S sebagai staf desa dan SH sebagai staf kecamatan.

Sementara empat pelaku lainnya berinisial MD, JS dan AA sebagai penjual serta SF sebagai pembeli.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary mengatakan tanah yang menjadi sasaran dari para mafia tersebut diketahui secara sah merupakan milik Lilis Suryani.

Tanah tersebut diperoleh Lilis berdasarkan akta jual beli nomor 277/JB/BS/TR/VII/1992 tanggal 20 Juli 1992 yang dibuat di hadapan Bambang Sulaksana sebagai PPAT Kecamatan Tarumajaya.

Lilis keberatan dengan terbitnya AJB nomor 1368/Segaramakmur pada 31 Desember 2011 yang dibuat di hadapan HS selaku camat Tarumajaya.

"Pada 31 Desember 2011, tersangka MD bersama adiknya JS dan AS membuat surat palsu berupa surat kematian dan keterangan waris dari almarhum Raci yang meninggal tahun 1973 dan tidak memiliki anak," ujar Ade saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (5/9).

 

Ade mengatakan salah satu petugas pemerintahan yaitu HB bertugas menyiapkan data-data seperti hak tanah yang seolah atas nama Raci, surat penguasaan fisik, keterangan tidak sengketa dan surat-surat lain terkait jual beli tanah.

Faktanya bahwa Raci tidak mempunyai tanah di Kampung Kebun Kelapa, Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, meninggal pada tahun 2006, dan telah menikah dengan memiliki 5 (lima) anak (Siti, Ruminah, Ipit, Parni, dan Taufik Hidayat) sebagai ahli warisnya.

Kemudian Surat-surat yang diajukan oleh tersangka MD dan kawan-kawan, dilegalisir dan disahkan oleh Tersangka HA (saat itu Kepala Desa Segara Makmur) dan Tersangka AS (saat itu sebagai Sekdes Segara Makmur) saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Segara Makmur, yang mengetahui kalau surat-surat tersebut tidak benar isinya.

Setelah dokumen/surat-surat siap, kemudian Tersangka MD (pihak penjual) dan tersangka Hj. Melly Siti Fatimah (pihak pembeli) mendatangi rumah Tersangka Jaba Suyatna dan Tersangka Agus Asep untuk meminta tanda tangan di Surat Keterangan Waris dan Surat Kuasa untuk menjual sebagai data pendukung untuk AJB.

Kemudian tanda tangan dari salah satu saudara para tersangka yakni Rn yang berada di Morotai Maluku Utara ditandatangani oleh Tersangka MD tanpa perserujuan, dengan sepengetahuan tersangka Hj. Melly Siti Fatimah Java Suyatna dan Agus Asep.

Setelah dokumen pendukung lengkap, kemudian Hj. Melly Siti Fatimah atas arahan H. M. Barif meminta bantuan Tersangka Syafii (Staff Desa), untuk membuatkan AJB, yang ditandatangani oleh para tersangka sebagai figur penjual dan pembeli, dan ditandatangani oleh para saksi pada saat AJB yakni para tersangka. Sedangkan, tandatangan-tandatangan dari salah satu saudara para tersangka yakni Sdr. Rosidin yang berada di Morotai Maluku Utara ditandatangani oleh Tersangka H. M Dagul bin Rasim tanpa persetujuan, dengan sepengetahuan tersangka Hj. Melly Siti Fatimah, Jaba Suyatna, Agus Asep.

Pada saat transaksi tersebut, Hj. Melly Siti Fatimah menyerahkan langsung uangnya kepada tersangka H. M. Barif secara tunai kurang lebih Rp600 juta. Kemudian tersangka HB kepada tersangka MDl memberikan masing-masing sebesar Rp. 2.5 juta kepada tersangka Jaba Suyatna dan Tersangka Hadan n Tersangka AS.

Kemudian sekira bulan Juni 2012, tersangka Hj. Melly Siti Fatimah ditemani Awi Iskandar (adik Agus Sofyan), mendatangi kantor Kantor Kecamatan Tarumajaya dengan membawa AJB, semua dokumen pendukung termasuk BPHTB yang ternyata palsu, untuk meminta tandatangan Camat sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara(PPATS), yang bertemu dengan tersangka Suhermansyah (staff Kecamatan), kemudian Tersangka Suhermansyah mengetik nomor dan hari tanggal transaksi, yang diisi dengan no, 1368 dan transaksi dilakukan pada hari Jumat 31 Desember 2011.

Setelah itu mendatangi rumah Tersangka Herman Sujito selaku PPATS/Camat Tarumajaya guna meminta tandatangan.

“Faktanya bahwa tersangka Herman Sujito pada Juni 2012 sudah tidak lagi menjabat sebagai PPATS/Camat Tarumajaya yang sudah diganti oleh Sofyan Hadi pada Mei 2011,” ujarnya.

Selain itu dari hasil penyidikan didapatkan fakta, bahwa pada 31 Desember 2011 adalah hari sabtu dan buku regalisir telah ditutup dan ditandatangani oleh Herman Sujito pada 30 Desember 2011. Diluar tanggal tersebut ditemukan 163 AJB yang dibuat dan ditandatangani seolah-olah pada Jumat 31 Desember 2011.

Atas perbuatan tersebut, para tersangka dikenakan Pasal 263, 264, Dan 266 JO. 55 KUHP, dengan ancaman penjara 6 (enam) tahun. (oji/R1)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • Flow Meter Tokico Jakarta

    Hello there, You’ve done a great job. I’ll definitely digg it and personally ...

    View Article
  • Open Trip Pulau Seribu

    Hey, you used to write great, but the last few posts have been kinda boring¡K I ...

    View Article
  • Distributor pipa HDPE

    Wow, superb blog layout! How long have you been blogging for? you made blogging look ...

    View Article
  • jakarta sewa mobil

    tidak hanya supir truk juga, terkadang pengendara lain seperti mobil atau motor juga ...

    View Article