PISA Lindungi Anak dari Paparan Informasi tidak Layak

By Reaksi Nasional 07 Okt 2020, 14:14:33 WIBNasional

PISA Lindungi Anak dari Paparan Informasi tidak Layak

Keterangan Gambar : Deputy Bidang Tumbuh Kembang Anak, Kementerian PPPA Lenny N. Rosalin


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA - Sejak  pandemi Covid-19, intensitas anak mengakses informasi melalui media sosial dan media massa cukup tinggi seiring dengan diberlakukannya kebijakan pemerintah untuk belajar di rumah secara daring. Kondisi ini menyebabkan anak rentan terpapar informasi negatif karena anak tidak memiliki panduan mendapatkan informasi yang layak.

Untuk menginisiasi hal tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) membuat pengembangan Pusat Layanan Infomasi Sahabat Anak (PISA) sebagai wadah untuk memenuhi hak-hak anak agar bisa mendapatkan informasi yang layak.

“PISA ini diharapkan menjadi wadah bagi anak untuk mendapatkan informasi sehat dan layak bagi anak. Ini penting mengingat setiap anak berhak menerima, mencari dan memberikan informasi yang harus disesuaikan dengan tingkat kecerdasan dan usianya,” kata Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, Lenny N. Rosalin dalam acara Uji Publik Pedoman PISA yang dilaksanakan secara virtual, Selasa (6/10/20).

Ia mengatakan, untuk mengukur efektivitas dan manfaatnya, publik dapat melihat bertambahnya jumlah layanan PISA di berbagai daerah. Anak dapat memanfaatkan PISA dan informasi apa yang paling banyak dicari dan dibutuhkan untuk meningkatkan layanan tersebut. Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu sejauh mana sumber daya manusia (SDM) pengelola PISA bisa memenuhi standar, mampu memilah dan mengolah informasi agar bermanfaat dan layak dikonsumsi anak.

“Untuk mewujudkan itu dibutuhkan peran para pihak dalam mendorong pembentukan dan pengembangan PISA di seluruh Indonesia, baik pemerintah daerah, Kementerian/Lembaga (K/L) terkait, dunia usaha, lembaga masyarakat, hingga media massa. Melalui acara uji publik draft pedoman PISA ini, kami meminta masukan dan dukungan dari seluruh perwakilan K/L dan daerah untuk mengintegrasikan PISA dengan pelayanan ramah anak lainnya, seperti perpustakaan sekolah, pojok baca di madrasah, ruang bermain ramah anak (RBRA), pusat kreativitas anak (PKA), dan perpustakaan daerah,” ujar Lenny.

Jika daerah tidak memiliki cukup anggaran, katanya, bisa tetap mensinergikan PISA dengan lembaga pelayanan ramah anak lainnya dimana saja. Upaya tersebut merupakan embrio yang bisa dihubungkan untuk meningkatkan pemenuhan hak anak dengan melibatkan seluruh stakeholder. Adapun tujuan dari pedoman PISA diantaranya yaitu sebagai pedoman pengembangan PISA, penyediaan indikator pelayanan ramah anak pada PISA hingga persyaratan standar penilaian pelayanan ramah anak pada PISA.

“PISA merupakan suatu pondasi penting untuk mengawal agar anak menjadi berkualitas ke depan, salah satunya melalui informasi yang mereka peroleh. PISA harus bisa menjadi pusat informasi yang dapat anak andalkan. Mari kita lakukan upaya terbaik bagi anak Indonesia, salah satunya dengan menghadirkan informasi yang layak bagi anak melalui PISA,” tegas Lenny.

Saat ini, kata Lenny, sudah ada tujuh Kabupaten/Kota memiliki PISA, yaitu Kabupaten Dairi, Kota Sawahlunto, Kabupaten Tangerang, Kota Mataram, Kota Kotamobagu, Kab. Biak, Kota Ternate. Kemudian dua daerah yang sedang dalam inisiasi pembentukan PISA, adalah Kabupaten Agam dan Kota Surakarta.

“Layanan PISA bisa dilaksanakan secara langsung atau virtual. Yang penting adalah prinsipnya, bisa berjalan selaras sehingga bisa diterapkan menyesuaikan platform media yang digunakan dalam menjalankan layanan PISA,” ujarnya. (R1)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment