Perkembangan Tekologi Harus Diiringi dengan Peningkatan SDM

By Reaksi Nasional 11 Okt 2021, 15:07:26 WIBNasional

Perkembangan Tekologi Harus Diiringi dengan Peningkatan SDM

Keterangan Gambar : Koordinator Bidang Pelatihan dan Pengembangan Pelatihan Produktifitas Kemnaker Ade Syaekudin (tengah) berpose bersama Dandim Indramayu Letkol Infantri Teguh Wibowo ( kanan) dan Asisten Daerah Indramayu Suwenda Asmita usai pembukaan Pendidikan Pelatihan Cabang HIPMI di Kabupaten Indramayu


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA – Perkembangan teknologi sangat berpengaruh terhadap perkembangan dunia industri dan jasa. Seiring dengan itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia mutlak dilakukan agar mampu bersaing menghadapi pertumbuhan jaman yang semakin berkembang. Oleh karena itu, sinergi dan kerjasama antara pemerintah dan kalangan usaha harus seiring sejalan membangun dan meningkatkan skill pekerja sehingga mampu memenuhi kapasitas dan kompetensinya.

 Demikian dikatakan  Koordinator Bidang Pelatihan dan Pengembangan Pelatihan Produktivitas, Direktorat Bina Produktivitas, Ditjen Binalavoktas Kemnaker, Ade Syaekudin ketika menghadiri acara pembukaan Pendidikan Pelatihan Cabang HIPMI di Kabupaten Indramayu, Sabtu (09/10/2021).  

Selain Ade, hadir juga Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnaker Kabupaten Indramayu Nonon Citra Wlulandari, Kepala Balai Latihan Kerja Indramayu Asep Kurniawan, Asisten Daerah Kabupaten Indramayu, Suwenda Asmita, Komandan Kodim 0616 Teguh Wibowo, Ketua BPC HIPMI Kabupaten Indramayu, A. Mujani dan segenap pengurus HIPMI Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Indramayu

Ade mengatakan, untuk mengikuti arus perkembangan teknologi itu, Kementerian Ketenagakerjaan akan terus mengembangkan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang berdaya saing melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Program pelatihannya, sambung Ade akan disesuaikan dengan industry sehingga para peserta pelatihannya mudah terserap bekerja.

“Kami sangat concern membangun dan meningkatkan sumber daya manusia di era digitalisasi saat ini. Tujuan membangun skil dan kompetensi ini untuk menghasilkan pekerja yang terampil, dinamis dan menguasi ilmu pengetahuan, sehingga mampu menghasilkan produk barang dan jasa yang berkualitas,” katanya.

Selain itu, kata Ade, pemerintah juga mendorong seluruh lapisan pengusaha agar menjadi pengusaha yang memiliki mindset yang produktif dan diakui kompetensi leader manajerialnya secara nasional

Secara umum, faktor pertumbuhan ekonomi di suatu negara dipengaruhi oleh sumber daya manusia, sumber daya alam, pembentukan modal dan teknologi. Terkait itu, Negara terus memandang pertumbuhan ekonomi sebagai sasaran sentral kebijakan, karena pertumbuhan ekonomi adalah satu-satunya faktor paling penting untuk keberhasilan negara dalam jangka panjang. Oleh karena itu, sangat penting kebijakan yang dibuat oleh pemerintah untuk pertumbuhan ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan sumber daya manusia merupakan hal utama dan penting yang harus dilakukan. Fokus membangun sumber daya manusia membuat pekerja Indonesia dapat bersaing di era digitalisasi saat ini, bahkan mampu menghasilkan barang dan jasa yang dapat bersaing dengan barang import ,” kata Ade

Keberhasilan mutu dan kualitas barang dan jasa sambung Ade, sangat ditentukan oleh pelaku usaha agar mampu bersaing ditengah persaingan global dengan banyaknya siklus produk produk luar negeri yang beredar di tengah masyarakat .

Terkait persaingan produk lokal dan impor ditengah masyarakat, Ade menyebutkan, sudah sebaiknya Indonesia mengimport barang yang belum bisa diproduksi di dalam negeri. Kemudian pemerintah juga harus mampu mengurangi barang impor agar produk dalam negeri bisa diterima masyarakat.

“Bila itu terjadi maka pengusaha dan pekerja bisa saling maju dan sejahtera. Bahkan  pekerja akan bisa memiliki ekspektasi untuk bertalenta, yakni terbukanya kesempatan mengembangkan diri, terbukanya kesempatan untuk pengembangan karir, kesejahteraan melalui sistem pengakuan dan penghargaan yang adil, dan adanya rasa bangga untuk berkontribusi memperoduksi barang yang berkualitas,” ujarnya.

Terkait potensi letak geografis wilayah Kabupaten Indramayu, Ade menyebutkan, sangat strategis karena memiliki posisi pantai sepanjang 150 Km dan memiliki potensi sumber sumber daya alam minyak dan gas bumi yang sangat luar biasa dengan berdirinya Kilang Minyak Exor 1 Balongan. Bahkan Kabupaten Indramayu juga merupakan daerah pertanian dengan penghasil beras.

Keberadaan kilang minyak itu, kata Ade sangat berpotensi menciptakan lapangan kerja dan produktifitas masyarakat sekitar. Kilang minyak itu mengolah minyak mentah atau crude oil menjadi produk-produk bahan bakar minyak (BBM), non BBM, dan petrokimia.

Kilang yang mengolah minyak mentah Duri dan Minas yang berasal dari Provinsi Riau itu telah mulai beroperasi sejak 1994, dan terus dilakukan pengembangan. Sampai saat ini, Kilang Balongan mampu memproduksi Premium, Pertamax, Pertamax Plus, Solar, Pertamina DEX, Kerosene (minyak tanah), elpiji, hingga Propylene. Produksi tersebut utamanya dipasok ke DKI Jakarta, Banten, sebagian Jawa Barat, dan sekitarnya. Bahkan sejak 2018 kilang tersebut sudah mampu mepmroduksi bahan bakar penerbangan yakni avtur

“Keberadaan perusahaan lokal tentunya harus mampu memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Untuk itu seluruh stakeholder secara bersama sama ikut turut andil meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia masyarakat Indramayu, dan mendorong HIPMI agar menyusun strategi secara komprehensif agar pengusaha lokal mampu berinovasi dengan menghasilkan produk produk unggulan dan berkualitas,” pungkas Ade. (R1)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment