Peralatan Mutakhir Penting untuk Peningkatakan Kompetensi Pelatihan 

By Reaksi Nasional 11 Mar 2020, 14:15:42 WIBNasional

Peralatan Mutakhir Penting untuk Peningkatakan Kompetensi Pelatihan 

Keterangan Gambar : Muslyadi asal Aceh menggunakan mesin sensi bubut Control Numeric Computer (CNC) sebagai peralatan pelatihan manufaktur di BBPLK Bandung


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI BANDUNG – Sarana dan peralatan pelatihan yang mutakhir menjadi bagian penting untuk meningkatkan kompetensi peserta pelatihan. Sarana peralatan itu harus mengikuti update, sesuai perkembangan teknologi agar dapat menyesuaikan pekerjaan di industri ketika memasuki dunia kerja.

Instruktur Teknology Manufaktur Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bandung, Sukiman mengatakan, saat ini seluruh perlengkapan peralatan pelatihan kerja di BBPLK Bandung disesuaikan dengan industri perkembangan teknologi.

“Dengan peralatan yang kita miliki, para alumni BBPLK ini tidak canggung lagi bekerja di industri. Karena dasar dasar menggunakan peralatan itu telah mereka pelajari selama pelatihan,” kata Sukirman saat Renas berkunjung ke BBPLK Bandung, Rabu ( 11/02).

Muslyadi (25) peserta pelatihan manufaktur asal Provinsi Aceh mengaku telah mampu mengoperasikan mesin sensi bubut control numeric computer (CNC) untuk membuat mur, baut dan berbagai jenis lainnya. Padahal sebelumnya, ia hanya melongok melihat peralatan mesin itu ketika memulai pelatihan awal Februari 2020 lalu.

“Setelah satu bulan ikut pelatihan, saya sudah mampu membaca dan bekerja melaui gambar. Saya mendapat pelatihan setting benda kerja program simulasi program dan praktek program,” tandasnya.

Usai pelatihan, ia akan mengikuti ujian untuk memperoleh sertifikat yang dikeluarkan BBPLK Bandung dan Badan Nasional Setifikasi Profesi (BNSP). Dua sertifikat itu akan digunakan untuk mencari kerja, sesuai industri yang dituju.

“Saya akan mencoba membuat proposal kepada pemerintah Aceh untuk membeli peralatan mesin ini. Kalau proposal itu disetujui, saya akan membuka usaha sendiri untuk mengembangkan kemampuan kompetensi di kampung,” katanya.

Sukiman mengatakan, dengan peralatan pelatihan itu banyak perusahaan yang merekrut alumni pelatihan untuk bekerja di perusahaan. Bahkan ada juga perusahaan yang bekerjasama (partnership) dengan BBPLK Bandung untuk melatih para karyawannya.

Instruktur dan Ketua Jurusan Otomatif BBPLK Bandung, Heru (40) menimpali, peralatan praktek pelatihan otomatif juga sudah disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Contonya, kata Heru, ada berbagai jenis dan type mobil yang disediakan peralatan praktek pelatihan. Semua mobil itu merupakan mobil injeksion.

Yeyen (18), wanita asal Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan mengaku dapat memperbaiki mobil yang rusak setelah mempelajari beberapa item mesin mobil. Ia mendapat pelatihan mengenai mengukur celah busi, komponem kendaraan, pengapian, bahan bakar dan udara.

“Berbekal ilmu yang saya dapat di BBPLK ini, saya mampu memperbaiki mobil yang rusak,” katanya.

Meski masih belia, Yeyen memastikan hidupnya akan menjadi mekanik usai mengikuti pelatihan. “Mekanik itu pas dengan hati. Saya siap bekerja kotor kotoran berbalut dengan oli dan turun ke kolong mobil,” katanya sambil mengatakan akan memperdalam ilmu mekanik di bangku kuliah, jika belum mendapat pekerjaan.

Yeyen megaku tertarik menjadi mekanik setelah sebelumnya melihat orangtuanya memperbaiki mobilnya yang rusak. Ketika itu, kata Yeyen, ada perasaan senang bapaknya setelah berhasil memperbaiki mobil yang rusak. “Padahal bapak saya bukan mekanik mobil, tetapi bisa memperbaikinya. Bermula dari itu, saya menjadi senang dan tertarik menjadi mekanik,” ujarnya.

Jenis praktek dan pelatihan otomotif yang diajarkan kepada peserta, kata Heru, tergantung minat dan pilihannya. Beberapa pelatihan bidang otomotif diantaranya adalah sasis, power train, spooring dan balancing, komponem mesin, pengapian, bbm dan udara, poles, cat body dan repair.

Heru mengatakan, seluruh peserta pelatihan juga akan memperoleh serrifikat dari BBPLK dan BNSP. Namun, katanya menambahkan, khusus bagi peserta pelatihan melalui mekanisme training partnership (kerjasama pelatihan dengan perusahaan) akan memperoleh tiga sertifikat. “Sertifikat yang ketiga yang diperoleh adalah dari perusahaan yang menempatkannya mengikuti pelatihan di sini,” katanya dengan menambahkan, ada beberapa unit mobil yang disumbangkan oleh perusahaan sebagai perlengkapan peralatan pelatihan.

Ia menyebutkan, setidaknya ada empat hal penting untuk melaksanakan pelatihan berkualis. Pertama, program harus sesuai industri. Kedua, instruktur harus berkompeten. Ketiga, sarana dan prasaran peralatan pelatihan harus update dan sesuai perkembangan teknology. Ke empat, peserta jangan asal asalan mengikuti pelatihan, tetapi orang yang serius mengembangkan kompetensinya.

Terkait dengan sistem perekrutan peserta pelatihan, Heru menjelaskan, ada tiga jalur masuk BBPLK yang diterapkan. Pertama, melalui perekrutan yang dilakukan Disnaker Provinsi, kabupaten/kota. Kedua, mendaftar melalui online. Ketiga, jalur mandiri.

“Semua jalur pendaftaran itu gratis. Karena seluruh biayanya sudah ditanggung negera. Biaya itu mencakup tiket pulang pergi, makan minum dan asrama. Setelah selesai pelatihan, masing masing peserta akan mendapatkan uang saku,” pungkas Heru. (R1)

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • mohigrt

    ????????????? ?????????????? ?????? ????????? ??????? ??????????? ???? <a ...

    View Article
  • queensezer

    <a href="https://azithro24.com/">purchase azithromycin online</a> ...

    View Article
  • queensezer

    <a href="https://azithro24.com/">purchase azithromycin online</a> ...

    View Article
  • queensezer

    <a href="https://azithro24.com/">purchase azithromycin online</a> ...

    View Article