Penghuni Rusunami Latumenten Jelambar Baru Unjuk Rasa Menolak Face Gate

By Reaksi Nasional 03 Mei 2021, 10:39:36 WIBMegapolitan

Penghuni Rusunami Latumenten Jelambar Baru Unjuk Rasa Menolak Face Gate

Keterangan Gambar : Penghuni rusunami Latumenten melakukan aksi demo penolakan face gate, Jumat 30/4/2021.


Oleh Khairuddin Sinambela & Maulen Munthe

REAKSI JAKARTA - Penghuni  rumah susun (Rusun)  Latumenten yang berlokasi di Jelambar Baru RW 13, Kelurahan Jelambar Baru, Kecamatan Grogol Petamburan, Kota Administrasi Jakarta Barat, menggelar aksi  unjuk rasa di depan lobby Rusun menara Latumenten, Jumat siang (30/4). Pengunjuk rasa menolak keberadaan alat pendeteksi wajah (face gate) karena wajah mereka terekam, sehingga wajah mereka yang terekam dapat disalahgunakan pihak  pengelola rusun.

Hadi, penghuni Rusun mengatakan, seharusnya pihak pengelola melakukan sosialisai  dan mememinta persetujuan dari  penghuni rusun, sehingga bisa menerapkan sistem pendeksi wajah (face gate). “Hal dilakukan pihak pengelola  tanpa meminta persetujuan penghuni Rusunami," ungkapnya.

“Saya pribadi selaku  pengelola perhimpunan pemilik penghuni satuan rumah susun ( P3SRS) sepatutnya dilibatkan untuk mensosialisasikan terlebih dahulu serta menjelaskan fungsi face gate kepada penghuni. Sementara  sosialisasi sama sekali tidak dilakukan. Ironisnya pihak pengelola seakan pemilik rumah  aslinya, dan kami sebagai pihak penyewa tidak disosialisasikan apa itu face gate," jelasnya.

Martinus (36 tahun),  penghuni rusunami mengatakan, pihak pengelola telah membebankan biaya  Rp 75.000, untuk face gate. “Padahal masih banyak yang lebih penting dari pada alat tersebut karena kartu akses masih layak," ujarnya.

Tintje Samosir, selaku kepala pengelola rumah susun sederhana (Rusunami), mengatakan bahwa akses itu dulu memang dipakai dan sebenarnya masih sama. “Dulu kartu face untuk penghuni itu sendiri, penghuni sini 70 % penyewa,  artinya penghuni baru tidak terdata sama kami. Pihakihak pengelola tidak ada jual beli,  atau sewa menyewa, aturannya seperti itu langsung ditekel sama brokernya sendiri," ungkapnya.

"Sesuai ketentuan tahun 2015, beli kartu Rp 75 000. Saya bertanya kepada mereka, terkait  id card face mengenai masalah data keluar, atau  masalah  Rp 75  000, mereka tidak ada yang jawab dengan jelas. Kalau penghuni rusunami tidak mampu membayar 75 ribu, mereka memiki kendaraan mobil, apakah itu kategori tidak mampu. Saya melihat sendiri penghuni rusunami rata-rata memiliki kendaraan pribadi roda empat," tuturnya.

Terkait sosialisasi, pihaknya telah memberikan pengumuman yang ditempel di pintu lift. Pengumuman itu dipasang, maupun program sitem. “Sama saja karena telah kami pasang di pintu liff, setiap penghuni rusunami keluar masuk lift,  pasti melihat pengemuman terpasang pintu lift," ucapnya.

"Kami pihak pengelola meminta lima perwakilan untuk berdialog. Di masa pandemi Covid-19, kita saling menjaga protokol kesehatan, spanduk bertuliskan penolakan tidak dicopot petugas Satpam rusunami Latumenten," imbuhnya. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • crydradcavy

    viagra no prescription [url=https://viagrasildenafils.com/ ]generic viagra [/url] buy ...

    View Article
  • AnnaClink

    [url=http://viagraltab.com/]how to buy viagra usa[/url] ...

    View Article
  • Seargerefonge

    dissertation help online <a href=" https://collegeessaylke.com/ ">paying ...

    View Article
  • EvaClink

    [url=http://healthdrx.com/]where to buy retin a gel[/url] ...

    View Article