Pengawas Ketenagakerjaan Diminta Pastikan Pekerja Aman Bekerja Masa Covid-19

By Reaksi Nasional 16 Jun 2020, 14:10:00 WIBNasional

Pengawas Ketenagakerjaan Diminta Pastikan Pekerja Aman Bekerja Masa Covid-19

Keterangan Gambar : Menaker Ida Fauziah.


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA – Aparat Pengawas Ketenagakerjaan di pusat dan daerah diminta ikut memastikan kalangan pekerja atau buruh bekerja secara aman dan nyaman selama masa pandemi Covid 19.

Untuk memastikan itu, Pengawas Ketenagakerjaan harus melakukan upaya pencegahan dan pengendalian Covid 19 di tempat kerja, serta kepatuhan para pelaku usaha menerapkan norma ketenagakerjaan melalui langkah-langkah pencegahan, pemberian saran, deteksi dini, serta penegakan norma-norma ketenagakerjaan.

“Dunia usaha harus tetap berjalan, namun para pekerja juga harus dipastikan aman. Di sinilah pentingnya peran pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk memastikan pelindungan terhadap pekerja di tengah pandemi Covid-19,” kata  Menaker Ida dalam Webinar bertema “Dinamika Kepatuhan Penerapan Norma Ketenagakerjaan Era New Normal Pasca Covid19” yang diselenggarakan Forum Kader Norma Ketenagakerjaan Nasional (FKNKN) di Jakarta, Senin (15/6/2020).

Selain itu, ia juga meminta Pengawas Ketenagakerjaan meningkatkan kolaborasi dan sinergi dengan kader Norma Ketenagakerjaan di berbagai perusahaan. Mengingat, keberadaan kader-kader tersebut menjadi mitra strategis dalam membantu memastikan ditaatinya norma-norma kerja di perusahaan.

“Sesuai dengan tugas dan fungsinya, kolaborasi antara Pengawas Ketenagakerjaan dan kader norma harus menciptakan situasi kerja yang kondusif, dimana perusahaan tetap produktif, dan hak-hak pekerja juga terlindungi,” ujarnya.

Ida mengakui, dalam hal pengawasan ketenagakerjaan, selalu dihadapkan tantangan klasik, yakni jumlah pengawas ketenagakerjaan yang belum ideal jika dibandingkan dengan jumlah perusahaan yang menjadi obyek pengawasan.

Inovasi pengawasan dengan menggunakan piranti teknologi informasi, katanya melanambahkan bisa menjadi solusi meringankan kerja pengawasan yang lebih optimal dan lebih memudahkan partisipasi publik dalam pengawasan norma kerja.

Jumlah perusahaan berdasarkan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan mencapai 252.880 perusahaan dengan total tenaga kerja sebesar 13.138.048 orang.

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 33 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengawasan Ketenagakerjaan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 33 Tahun 2016, seorang Pengawas Ketenagakerjaan wajib memeriksa paling sedikit lima perusahaan setiap bulan atau 60 perusahaan dalam satu tahun.

“Dengan jumlah pengawas ketenagakerjaan saat ini yang hanya sekitar 1.574 orang, pengawas hanya mampu mengawasi 103.680 perusahaan atau 40,9 persen dari jumlah perusahaan,” katanya.

Webinar dihadiri Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Periode 2005 – 2009, Erman Suparno; Direktur Kepesertaan BP Jamsostek, E. Ilyas Lubis; Plt. Dirjen Binwasnaker dan K3 Iswandi Hari, Direktur K3 Ghasmahadi dan Ketua FKNKN, Hari Wijaya. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. pasaran totobet 22 Jun 2020, 10:44:19 WIB

    Benar banget jangan menjadi balada karena hal seperti ini harus ditangani dgn baik

View all comments

Write a comment