Pengamat : Jika Penolakan UU Cipta Kerja Berlanjut, Investor akan Takut Invest di Indonesia

By Reaksi Nasional 07 Okt 2020, 15:04:36 WIBNasional

Pengamat : Jika Penolakan UU Cipta Kerja Berlanjut, Investor akan Takut Invest di Indonesia

Keterangan Gambar : Pengamat ekonomi dari Center of Reform Economics Indonesia, Piter Abdullah


Oleh Bontor 

REAKSI JAKARTA- Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja, disah kan oleh pemerintah dan DPR RI dalam rapat paripurna yang diselenggarakan pada Senin, (05/10/2020) di gedung DPR Senayan Jakarta. Pemerintah melalui Menteri Koordinator Perekonomian (Menko) Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa UU Cipta Kerja nantinya akan membuka peluang investasi dalam meningkatkan ekonomi bangsa.

Dilain pihak berbagai elemen masyarakat buruh terus melakukan perlawanan penolakan UU Cipta Kerja dengan melakukan aksi damai, sebab menurut buruh UU Cipta Kerja sangat merugikan pihak buruh.

Pengamat ekonomi dari Center of Reform Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah mengatakan bahwa UU Cipta Kerja adalah cara pemerintah untuk memperbaiki ekonomi bangsa dengan membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor.

"RUU cipta kerja kalau nanti disahkan hanya mengurangi hambatan investasi.

Misal hambatan terkait perizinan, lahan, ketenagakerjaan. Tetapi tidak mengurangi hambatan seperti permasalahan inkonsistensi kebijakan pemerintah dan kurangnya koordinasi pusat daerah. Apalagi apabila nanti pengesahan UU cipta kerja memunculkan kegaduhan yang luar biasa. Saya Kira investor Akan sangat berhati-hati. Jadi belum Ada jaminan pengesahan UU cipta kerja akan memperbaiki iklim investasi di Indonesia," ujarnya kepada Renas, saat dihubungi, Rabu (7/10/2020).

Ada beberapa hal menurut Piter yang membuat pemerintah sangat mengharapkan UU Cipta Kerja akan bisa mendongkrak ekonomi Indonesia.

"Ada 3 catatan saya, pertama, pemerintah terjebak pemikiran bahwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hanya bisa dilakukan dengan investasi besar dari luar negeri. Ini yang menyebabkan pemerintah sangat mengutamakan RUU Cipta Kerja," papar Piter.

Piter menjelaskan, apabila ada pandangan pemerintah seperti itu, adalah kemudian pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar.

"Kita masih ada sumber lain di dalam negeri untuk mendorong investasi.

Kedua, kalaupun UU Cipta Kerja disahkan tidak jadi jaminan investasi asing banjir masuk ke Indonesia. Dan ketiga ada risiko reputasi yang dihadapi pemerintah," katanya.

Maka dari itu, Piter mengusulkan alangkah baiknya pemerintah untuk lebih bersabar dan menunda UU Cipta Kerja.

"Dengan mempertimbangkan tiga Hal diatas saya lebih mengusulkan pemerintah menunda UU ciptakerja," pungkasnya. (R1)

 

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • Write My Papers

    <a href="https://natessays.com/">i should do my homework</a> ...

    View Article
  • JackClink

    <a href="https://duloxetincymbalta.com/">cymbalt a australia</a> <a ...

    View Article
  • KiaClink

    <a href="http://roseviagra.com/">cheap generic viagra canada</a> ...

    View Article
  • fruilsofs

    best online casino real casino slots <a href=" http://casinoslotsww.com/# ...

    View Article