Pengadaan Puluhan Mesin Pengolahan Sampah Terindikasi tak Sesuai Aturan

By Reaksi Nasional 28 Okt 2019, 20:19:04 WIBNasional

Pengadaan Puluhan Mesin Pengolahan Sampah Terindikasi tak Sesuai Aturan

Keterangan Gambar :


Oleh Sihar Pardede

REAKSI BEKASI - Pengadaan mesin pengolahan sampah di Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  kota Bekasi pada tahun Anggaran 2018  dengan nilai Rp 390.000.000 menjadi pertanyaan. Pasalnya, pengiriman mesin pengolahan sampah tersebut  ke UPTD dilaksanakan bulan Oktober tahun 2019.

Tim Reaksi mencoba mengkonfirmasi  Jumhana Luthfi, mantan Kepala DLH selaku Pengguna Anggaran di tahun 2018, Senin (28/10). Menurutnya, mesin pengolahan sampah itu merupakan kegiatan  pembelian tahun 2018, namun pembayarannya ditunda pada tahun 2018 dan kemudian dibayarkan pada tahun 2019.

Di tempat terpisah  Herman Sugianto, Ketua  Dewan Pimpinan Cabang Kota Bekasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (Forkorindo) mengatakan, pengadaan mesin pengolah sampah tahun 2018  dengan nilai  Rp 390.000.000  dengan jumlah 15 unit. Dengan demikian harga per unitnya Rp 21.739.000.  Namun, dia sangat  menyayangkan karena pengiriman  ke UPTD-UPTD kebersihan kota Bekasi terlambat sampai di triwulan keempat di tahun ini.

Di samping terlambatnya pengiriman  mesin pengolah sampah itu, yang lebih aneh lagi,  menurut Herman, kenapa di laporan keuangan pertanggung jawaban (LKPJ)  pemerintah kota Bekasi di DLH kota Bekasi tahun 2018 anggaran untuk pengadaan mesin pengolah sampah realisasi 0% yang artinya tidak terserap.

“Apakah bisa di LKPJ  realisasi 0% bisa tunda bayar?  Okelah kalau tunda bayar,  kalau kegiatan itu terlaksana pada tahun anggaran,” ujarnya.

Sepengetahuan dia, apabila di LKPJ 0% terealisasi tahun 2018 namun terealisasi di tahun  2019  itu masuk anggaran di tahun 2019.

Untuk itu Herman meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Bekasi  untuk menindak lanjuti  pengadaan mesin pengolah sampah   tahun anggaran 2018 supaya terang benderang. “Apakah anggaran pengadaan mesin pengolah sampah tersebut di tahun 2018 tahun 2019 atau bagaimana,” ujar Herman.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah kota Bekasi  pada tahun 2018 menganggarkan pengadaan mesin pengolahan sampah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kegiatan itu untuk mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu Kecamatan Bantargebang, dan sekaligus menghasilkan kompos.

Pengadaan mesin pengolah sampah  pada tahun 2018 sebesar Rp 390 juta menjadi bahan pertanyaan, karena pengiriman mesin pengolah sampah tersebut   ke 12  UPTD DLH Kota Bekasi  dilaksanakan tahun 2019 pada triwulan ke empat.

Tim Reaksi mencoba mengkonfirmasi melalui pesan WhatsApp Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH  Kota Bekasi, Kiswatiningsih, Kamis (17/10/19). “Nanti dengan pak Sunarmo saja karena dia yang pegang datanya. Hari ini yang bersangkutan  sedang tidak  masuk.” ucapnya.

Reaksi kemudian konfirmasi kepada Sunarmo  selaku Kepala Seksi di DLH kota Bekasi Kamis (24/10/19).

Sunarmo menerangkan bawha pengadaan mesin pengolahan sampah melalui e-katalog dengan  PT Bahagia Jaya Sejahtera dengan harga per unit  sekitr Rp 21jt dan jumlahnya puluhan unit.

“Mengingat keadaan keuangan kota Bekasi pada tahun 2018 mengalami defisit sehingga kami mengajukan tunda bayar ke bendahara keuangan Pemkot Bekasi dengan dokumen telah terverifikasi bendahara,”katanya.

Ditambahkan, PT Bahagia Jaya Sejahtera  mengirimkan mesin pengolah sampah pada tahun 2018. Namun pihaknya mengirimkan ke 13 UPTD dan TPA  pada tahun 2019 setelah ada pembayaran ke PT Bahagia Jaya Sejahtera. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment