Pemkot Jaksel Fokuskan Pengawasan PSBB ke Pusat Perbelanjaan

By Reaksi Nasional 24 Jun 2020, 15:29:31 WIBMegapolitan

Pemkot Jaksel Fokuskan Pengawasan PSBB ke Pusat Perbelanjaan

Keterangan Gambar :


Oleh Joni Matondang & Eric Sangari

REAKSI JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) akan memfokuskan pengawasan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi ke pusat-pusat perbelanjaan seperti mal, pasar, serta lokasi sementara (loksem), dan lokasi binaan (lokbin)  yang ada di wilayah Jakarta Selatan.

Selain pusat perbelanjaan, pengawasan PSBB juga akan dilakukan ke fasilitas sosial budaya seperti taman, RPTRA, pemakaman, museum dan tempat ibadah. Pengawasan PSBB menjelang akhir masa transisi ini akan diintensifkan, demi memutus rantai penularan COVID-19.

Demikian disampaikan Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (24/6) di Gedung Pemkot Jaksel.

“Nanti fokusnya (pengawasan PSBB) di pasar-pasar. Di antaranya mal, loksem, lokbin, pasar-pasar PD Pasar Jaya, dan ada pasar lain yang tidak di bawah binaan PD Pasar Jaya, seperti beberapa pasar di lingkup kelurahan-kelurahan tertentu, yang jumlahnya lebih dari 20-an. Kita harus berupaya sekuat tenaga keluar dari sini. Jangan ada interpretasi, kita agak aman, tidak ada kata seperti itu.  Kita harus berupaya supaya bisa menggeser pada tataran nol (penularan COVID-19). Itu dibebankan pada kita sebagai pengawas dan penindak," tegasnya.

Terkait teknis pengawasan, Kasatpol PP Jakarta Selatan Ujang Harmawan menerangkan, petugas di lapangan nanti akan mengecek seperti ketersediaan jalur keluar masuknya pengunjung di pusat perbelanjaan, apakah sudah ada petugas yang siap mengecek suhu tubuh pengunjung dengan thermalgun. Kemudian tempat cuci tangannya memadai atau tidak, jumlahnya berapa, dan apakah ada tanda rambu social distancing (jaga jarak) atau tidak.

"Petugas juga akan mengawasi pemakaian masker bagi pengunjung, dan face shield bagi para pedagangnya. Ini yang akan kita awasi di masing-masing wilayah kecamatan,” tandasnya.

Untuk diketahui, sesuai instruksi Sekda Nomor 51 Tahun 2020, jumlah petugas yang melaksanakan kegiatan pengawasan sebanyak 38 orang, dan pada setiap satu kecamatan ada satu orang koordinator yaitu pada asisten dan para kabag. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment