Pemkot Jakbar Temukan Makanan Takjil Mengandung Zat Berbahaya

By Reaksi Nasional 16 Mei 2019, 10:20:38 WIBMegapolitan

Pemkot Jakbar Temukan Makanan Takjil  Mengandung Zat Berbahaya

Keterangan Gambar : Wakil walikota Jakbar M Zen, sedang melakukan pemeriksaan terhadap mie kuning dan pacar cina bersama tim gabungan pemeriksa pangan aman Jakbar, Rabu (15/5/2019).


Oleh Khairuddin Sinambela/Maulen Munthe

REAKSI JAKARTA -Dalam memilih makanan untuk berbuka puasa (takjil) perlu hati-hati. Hal ini disebabkan adanya temuan takjil yang mengandung bahan kimia berbahaya. Misalnya, formalin dan rodhamine B ada ditemukan di sejumlah jenis makanan.

Seperti kemarin, Rabu (15/5/2019) sore, Pemkot Jakarta Barat menggelar pemeriksaan terhadap sejumlah makanan untuk berbuka puasa (takjil) di Jalan Baru Cengkareng Timur, dekat RSUD Cengkareng. Alhasil, petugas menemukan sejumlah makanan yang mengandung zat berbahaya.

M. Zen, selaku wakil walikota Jakarta Barat, langsung memimpin pemeriksaan makanan takjil tersebut dengan didampingi Asisten Kesra, Amin Haji, Kepala Sudis Kesehatan, Dr. Kristi Watini dan sejumlah pejabat Pemkot Jakbar lainnya.

“Tim gabungan pemeriksaan pangan Jakarta Barat, mengambil sampel dari 20 jenis makanan untuk berbuka puasa. Namun, setelah dilakukan test laboratorium, petugas menemukan sejumlah makanan takjil yang mengandung zat berbahaya,”  jelas M. Zen.

Dari hasil uji laboratorium ditemukan dua jenis makanan yang mengandung zat berbahaya, yaitu mie kuning dan pacar cina. Kedua jenis makanan ini masing-masing mengandung zat formalin dan zat perwarna tekstil rodhamine B.

“Mie kuning kita dapatkan dari penjual soto mie. Dimana, mie kuningnya mengandung zat pengawet berupa formalin. Sedangkan minuman pacar cina mengandung zat pewarna. Zat pewarna ini biasa dipakai untuk pewarna tekstil,” katanya.

Dia menambahkan, hasil penemuan makanan yang mengandung zat berbahaya ini agar segera ditindaklanjuti. Selain membeli dan memusnahkan, tim gabungan Sudis Kesehatan Jakbar akan melakukan pembinaan terhadap pedagangnya.

Tim gabungan juga akan menelusuri asal-muasal makanan tersebut diperoleh darimana dan lokasi pembuatannya (pabriknya) dimana. “Kita akan menelusuri darimana asal muasal makanan ini didapatkan. Untuk sementara penjualnya harus mendapatkan pembinaan dari petugas,” ungkapnya.

Terkait hasil temuan tersebut, Kristi Watini selaku Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat memberi penjelasan tentang ciri-ciri makanan yang mengandung zat berbahaya.

“Secara kasat mata bisa kita lihat misalnya, mie kuning, warnanya akan terlihat lebih terang dan teksturnya kenyal. Sama juga dengan pacar cina yang mengandung zat pewarna tekstil. Warnanya terlihat lebih terang,” terangnya.

Dalam kesempatan ini, Sudis Kesehatan Jakbar melalui tim gabungan pemeriksaan dan pengawasan pangan aman, melakukan sosialisasi terhadap pedagang. Sosialisasi dilakukan dengan cara membagi-bagikan brosur berisi ciri-ciri makanan yang mengandung bahan pengawet atau zat berbahaya. (R1)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • gajjosk

    ??????? ?? ??????????!!!!! ...

    View Article
  • Indocommco

    Ya benar sekali SDM kita masih kurang mengenal perkembangan teknologi, bahkan masih ...

    View Article
  • toko bunga Jakarta

    Tanaman hias di sepanjang jalan di Jakarta jika sudah masuk musim kemarau menjadi ...

    View Article
  • Konsultan Pajak

    Biasanya penunggak itu malas bayar atau gak tahu cara hitungnya, lebih baik dateng ...

    View Article