Pemkot Jakbar Kaji Penataan Hutan Kota Rawa Buaya

By Reaksi Nasional 08 Okt 2019, 15:22:32 WIBMegapolitan

Pemkot Jakbar Kaji Penataan Hutan Kota Rawa Buaya

Keterangan Gambar :


Oleh Khairuddin Sinambela & Maulen Munthe

REAKSI  JAKARTA - Sekretaris Kota (Sekko) Administrasi Jakarta Barat, H. Eldi Andi membuka forum diskusi untuk membahas penataan kawasan Hutan Kota Rawa Buaya dan Sentra Promosi dan Pemasaran Ikan Hias (SPPIH) Slipi di Fave Hotel, Puri, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (8/10/2019).

Dalam sambutannya, H. Eldi mengatakan, bahwa kawasan hutan kota Rawa Buaya merupakan salah satu program prioritas wilayah Kota Jakarta Barat yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta dari tahun 2017 hingga tahun 2022.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah SKPD terkait. Rencana penataan hutan kota ini juga sejalan dengan tujuan ke-15 sustainable development goals (SDGs) yakni melindungi, merestorasi dan meningkatkan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem daratan, mengelola hutan secara lestari, menghentikan penggurunan serta memulihkan degradasi lahan dan sebagainya.

"Sehubungan dengan itu maka diperlukan adanya kajian penataan dan pengembangan kawasan Hutan Kota Rawa Buaya dalam rangka mengembangkan kawasan agar lebih dekat dan fungsional bagi masyarakat di wilayah Jakarta Barat," terangnya.

Tak luput pula penataan juga dilakukan di kawasan SPPIH Slipi, Jakarta Barat. Identifikasi program prioritas penataan kawasan itu di antaranya pembuatan pintu gerbang masuk dan keluar kawasan Slipi, penataan pedestrian di Jalan KS Tubun 3, pembuatan ikon tematik di Jalan Slipi  dan KS Tubun 3 dalam serta pembuatan papan informasi di area pedestrian jalan kawasan Slipi.

Penataan tersebut tentunya tidak terlepas dari adanya masalah yang dibahas dalam forum diskusi saat ini. Permasalahan tersebut diantaranya, keberadaan tempat pembuangan sampah di depan SPPIH, yang menyebabkan secara estetika tidak mendukung untuk dijadikan pusat wisata kampung Ikan hias dengan jalan yang sempit dan padat serta kumuh. Sehingga secara infrastruktur terkesan belum siap untuk dijadikan wisata ikan hias.

"Banyak masyarakat belum mengetahui kawasan SPPIH, sebagai kawasan wisata ikan hias. Mereka baru mengenal justru sentra ikan cupang," ucap Andi.

Lebih lanjut, Sekko Jakarta Barat meminta Suku Dinas (Sudis) Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat untuk memberikan sosialisasi sekaligus promosi terhadap kawasan tersebut.

Sementara Kepala Suku Badan Perencanaan Pembangunan Kota Jakarta Barat, Wahyu Irianto mengatakan, Forum Group Discussion  (FDG) tentang penataan kawasan Hutan Kota Rawa Buaya dan SPPIH Slipi dilaksanakan sudah yang ketiga kalinya.

Dalam kegiatan ini kita menghadirkan konsultan yang merancang konsep penataan pada kedua kawasan tersebut. "Mereka membuat konsep penataan kawasan yang nantinya bisa bermanfaat buat masyarakat, terutama untuk meningkatkan perekonomian," ungkap Wahyu. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. jasa seo organik 08 Okt 2019, 21:30:50 WIB

    Selamat malam untuk pak admin dan semua pengunjung disini... :)

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • Cindyghcoego

    cialis cost <a href="https://uspaxil.com/#">paxil onlime</a> buy ...

    View Article
  • September is Healthy Aging Month

    What's up colleagues, nice article and pleasant arguments commented here, I am ...

    View Article
  • Cindyuscoego

    cialis <a href="http://profcialis.com/">cialis coupons online</a> ...

    View Article
  • Oegank

    Penjara kan pejabat Pemda DKI yg berbuat semena2, dan segera bayarkan hak ahli ...

    View Article