Pemerintah Harus Peduli Limbah Medis Dampak Pandemi

By Reaksi Nasional 15 Sep 2021, 13:17:56 WIBJabar dan Banten

Pemerintah Harus Peduli Limbah Medis Dampak Pandemi

Keterangan Gambar : Komisi IV DPRD Provinsi Jabar kunjungan ke Kantor PT. Jasa Medivest Anak Perusahaan dari BUMD Jasa Sarana yang khusus menangani Limbah B3 di Kawasan Industri Karawang.


Oleh Ferry Ardiansyah

REAKSI BANDUNG - Pimpinan dan Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat meninjau limbah medis imbas dari kenaikan Pandemi Covid 19 di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Karawang.

Para wakil rakyat tersebut mengunjungi PT. Jasa Medivest Karawang. Perusahaan ini merupakan anak perusahan BUMD Jawa Barat (PT. Jasa Sarana) yang tumbuh dalam bidang usaha jasa pengelolaan limbah medis B3  (Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun) di Indonesia.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat KH. Tetep Abdulatip mengatakan, bahwa pihaknya ingin mengetahui secara langsung pemasalahan limbah medis dampak dari meningkatnya Pandemi Covid-19 di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Karawang.

"Pasti banyak jumlah limbah medis akibat meningkatnya pandemi covid-19, akan tetapi berdasarkan masukan dari PT. Jasa Medivest jumlah limbah yang masuk ke sini itu masih dibawah kapasitas," ucapnya usai mengunjungi PT. Jasa Medivest di Kabupaten Karawang, Rabu, (15/9/2021).

Ia menyebut, bahwa kapasitas pengelolaan limbah B3 Medis ditempat tersebut sampai dengan 24 ton per hari, namun masih dalam batas aman karena limbah yang masuk hanya 22 ton.

"Kapasitas pengelolaan limbah medis disini itu berkisar 24 ton per hari, dan jumlah limbah yang masuk kesini itu masih 22 ton per hari, jadi menurut kami itu aman," lanjutnya.

Tetep juga mendukung terhadap langkah - langkah yang telah dilakukan oleh perusahaan swasta dalam menangani limbah B3 medis ini, apalagi PT. Jasa Medivest merupakan anak perusahaan BUMD, sehingga perlu didukung dengan memberikan kebijakan-kebijakan yang strategis.

"Kondisi seperti ini dapat dipastikan limbah B3 Medis tidak akan berdampak kepada lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat," tutupnya. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment