Pemerintah Bakal Tawari Napi Teroris Ikut Pelatihan Wirausaha Produktif

By Reaksi Nasional 02 Mar 2018, 13:20:17 WIBNasional

Pemerintah Bakal Tawari Napi Teroris  Ikut Pelatihan Wirausaha Produktif

Keterangan Gambar : Menaker Hanif Dhakiri


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA – Pemerintah akan memfasilitasi para narapidana teroris dan korbannya untuk mengikuti pelatihan wirausaha produktif dan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK). Pembekalan wirausaha dan pelatihan vokasi itu, dimaksudkan untuk membekali teroris dan korbannya berwirausaha.

“Kami bisa siapkan bantuan kepada teroris dan korbannya untuk wirausaha produktif. Bantuan ini, mulai pelatihan, modal dan pembinaannya,” kata Menaker Hanif Dhakiri saat menghadiri silaturrami “Kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (satukan NKRI)” yang mempertemukan 124 mantan narapidana teroris dengan penyintas di Jakarta, kemarin.

Hadir dalam silaturami itu Kepala BNPT Komjen Pol Drs Suhardi Alius, Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim, Menteri Sosial ldrus Marhan, Menristek Dikti M Nasir Muhajir Effendi, dan Menteri Koperasi Drs Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

Hanif mengatakan, para teroris itu bisa ikut pelatihan berbasis teknologi informasi, teknik, menjahit, disain dan pelatihan lainnya untuk usaha mandiri.

Meski demikian, katanya menambahkan, secara prinsip ada dua program yang bisa dikontribusikan kepada para narapidana teroris dan penyintas. Kedua program itu, adalah membantu melengkapi narapida teroris dan penyintas dengan keterampilan untuk berwirausaha. Kemudian program pelatihan kerja BLK. Saat ini terdapat 301 BLK yang dengan berbagai jurusan keahlian.

Dengan jumlah BLK itu, sambung Hanif, siapapun bisa ikut pelatihan, termasuk narapida teroris dan penyintas teroris yang menderita kecacatan (disabilitas).

“Kami juga bekerjasama dengan Kementerian BUMN terkait penyandang disabilitas. Rekruitmen disabilitas terbuka, terutama di lingkungan perusahaan BUMN. Di perusahaan swasta sudah ada aturannya, yakni menyerap minimal satu persen dari jumlah pegawainya. Jadi, ini peluang untuk dimanfaatkan ke depan,” ujarnya.

Ia mengatakan, kalangan difabel berminat bekerja di industri perhotelan, garmen dan perbankan. Terkait itu, ia menyebutkan pihaknya punya menu khusus untuk mempermudah informasi lowongan kerja bagi penyandang disabilitas.

"Kami menyediakan informasinya. Sebaliknya penyandang disabilitas dengan keahlian tertentu membutuhkan pekerjaan, kami punya plaform yang bisa membantu memfasilitasi. Kami juga memiliki jejaring bisnis disabilitas yang bekerjasama dengan ILO dan perusahaan,” katanya. ***

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • JudyClink

    <a href="http://ivermectinxtab.online/">ivermect in 8 mg</a> ...

    View Article
  • TedClink

    <a href="https://cheapviagratabs.quest/">cheap viagra canadian ...

    View Article
  • CarlClink

    <a href="http://cialisonlinepillonlinepharmacy.monster/& quot;>cialis canada ...

    View Article
  • TedClink

    <a href="https://cialisdrugpharmacy.monster/">ta dalafil 20mg for ...

    View Article