Pemberdayaan dan Perlindungan Pekerja Perempuan Penting

By Reaksi Nasional 05 Jan 2021, 13:46:54 WIBNasional

Pemberdayaan dan Perlindungan Pekerja Perempuan Penting

Keterangan Gambar : Menaker Ida Fauziah.


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA – Pemberdayaan dan perlindungan perempuan di bidang ketenagakerjaan dinilai penting. Karena itu, Pemerintah tetap melindungi dan memberikan rasa aman dalam pemenuhan hak-haknya.

“Salah satu kunci meraih bonus demografi melalui peningkatan produktivitas dari besarnya jumlah penduduk usia kerja, adalah dengan pemberdayaan pekerja perempuan yang akan memberikan kontribusi melalui perekonomian,” kata Menaker Ida melalui virtual pada Peringatan Hari Ibu 2020 yang diselenggarakan  Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia dan Maju Perempuan Indonesia, Senin (4/1/2021).

Namun, kata Ida, untuk mewujudkan perlindungan dan pemenuhan hak-hak pekerja perempuan tidak dapat dilaksanakan hanya pemerintah, tetapi juga dibutuhkan komitmen dan upaya seluruh, termasuk  serikat pekerjanya, pengusaha, hingga masyarakat luas.

Ia mengatakan, dukungan Kemnaker terhadap perlindungan pekerja perempuan ada tiga aspek kebijakan. Pertama, kebijakan protektif, yaitu memberi perlindungan bagi pekerja perempuan terkait fungsi reproduksi. Kedua, kebijakan kuratif, yaitu larangan melakukan PHK bagi pekerja perempuan karena menikah, hamil atau melahirkan.

“Ketiga, kebijakan non diskriminatif, yaitu memberi perlindungan bagi pekerja perempuan terhadap praktik diskriminasi dan ketidakadilan gender dalam semua aspek di tempat kerja Selama tahun 2020,” katanya.

Terkait soal pencapaian, Ida menyebutkan, telah melaksanakan pembinaan pengawasan norma kerja perempuan di perusahaan dan melakukan fungsi pemberian bantuan teknis baik kepada pelaku usaha maupun pekerja di 96 perusahaan.

Kemudian melakukan bimbingan teknis/FGD yang melibatkan peserta dari pengawas ketanagakerjaan, manajemen perusahaan, dan pekerja. Kemudian membuat dan mengembangkan Sistem Perlindungan Tenaga Kerja Perempuan dari Diskriminasi (SI LINA NAKER PD) yang berbasis IT.

Meski demikian, kata Ida mengingatkan, setidaknya terdapat tantangan bagi pekerja perempuan yang harus menjadi perhatian semua pihak. Pertama, respect, yakni kurangnya keterwakilan suara pekerja perempuan dalam pengambilan keputusan, sehingga hak pekerja perempuan kurang dipedulikan. Kedua  opportunity, kurangnya peluang karier dan dukungan bagi pekerja perempuan untuk berkembang.

Ketiga, security, yaitu kurangnya perlindungan dan jaminan bagi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan, seperti diskriminasi upah, kekerasan, pelecehan, kurangnya alat pelindung diri untuk bekerja, dan tidak dipenuhinya hak jaminan sosial bagi pekerja perempuan.

“Ketiga aspek di atas merupakan tantangan bagi kita semua dalam upaya memberikan perlindungan bagi pekerja perempuan saat ini,” jelasnya. (R2)

 

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. Payet Mutiara Jepang 07 Jan 2021, 10:53:50 WIB

    Ya benar, Bu. Pemberdayaan wanita misalnya diajarkan untuk menjahit kebaya pengantin yang dibordir dengan payet mutiara Jepang pasti laku di pasaran.

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • beAmbuffalatt

    [url=https://cial20mg.online/]tadalafil 25mg[/url] ...

    View Article
  • dreast

    side effects of levitra generic <a href="https://cialnm.com/">tadalafil ...

    View Article
  • dreast

    effects of viagra for men without ed <a ...

    View Article
  • JoshuaSip

    [b][url=https://gan-bcn.com/en/proyectos/espaiganc-2/#comm ent-354593]Spanish Manhattan[/url][/b] ...

    View Article