Para Menaker G20 Deklarasikan Hadapi Pekerjaan Masa Depan

By Reaksi Nasional 04 Sep 2019, 12:43:14 WIBNasional

Para Menaker G20 Deklarasikan Hadapi Pekerjaan Masa Depan

Keterangan Gambar : Para Menteri Ketenagakerjaan anggota negara G20.


Oleh Friendly Sianipar  

REAKSI JAKARTA – Pertemuan Menteri Ketenagakerjaan anggota G20 menghasilkan poin Pembentukan Masa Depan Pekerjaan yang Berpusat pada Manusia (Shaping a Human-Centered Future of Work). Hasil kesepakatan itu pun dideklarasi oleh sesama para menteri.

“Semua negara anggota G20 beserta organisasi pekerja dan pengusaha diminta memperkuat kerja sama dalam menghadapi tantangan kerja masa depan. Ini merupakan poin kesepakatan para Menteri Ketenagakerjaan anggota G20 di Forum Labour and Employment Ministers' Meeting (LEMM),” kata Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri dalam rilis Biro Humas Kemnaker, Rabu (4/9)

Hanif setuju dan mengapresiasi deklarasi tersebut. Ia berharap keputusan itu dapat memberikan manfaat yang konkrit terhadap negara anggota G20 dan pertumbuhan ekonomi dunia yang inklusif melalui sektor ketenagakerjaan. Setiap negara anggota G20, ujarnya, harus berupaya mendukung longer working lives, di mana akan banyak tenaga kerja di usia tua yang perlu diakomodir untuk bekerja agar mendapatkan hidup layak.

“Semua negara anggota, perlu merumuskan kebijakan yang tepat dalam menghadapi jenis pekerjaan baru yang muncul seiring dengan proses transformasi digital. Deklarasi tersebut dapat menjadi rujukan bagi Indonesia untuk menyusun strategi dan kebijakan terkait kerja masa depan," ujarnya.

Hanif mengapresiasi Pemerintah Jepang yang sukses menggelar G20 LEMM pada 2019 ini. Selanjutnya pada 2020, Negara Arab Saudi menjadi tuan rumah pertemuan tersebut.

Di sela sela pertemuan itu, Hanif juga mengapresiasi pemerintah Jepang yang menerapkan aturan residential status baru bagi Warga Negara Asing di Jepang. Regulasi itu dinilai memberikan perlindungan bagi TKA yang bekerja di Jepang serta meningkatkan konsep transfer of knowledge bagi pemagang di Jepang.

Seiring diberlakukannya residential status baru di Jepang, kata Hanif, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan Jepang dalam penempatan Tenaga Kerja Berketerampilan Spesifik (Spesified Skilled Workers (SSW).

Kerja sama itu memberi keuntungan bagi kedua negara. Keuntungannya adalah, Indonesia yang sedang memasuki bonus demografi dapat menempatkan tenaga kerja terampilnya ke Jepang. Sedangkan Jepang yang tengah mengalami shortage tenaga kerja dan ageing society, dapat mengisi kekurangan tenaga kerja usia produktif di dalam negeri.

"Di bawah kerangka kerja sama Specified Skilled Workers ini, Pemerintah Indonesia berharap dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja usia produktif di Jepang," ujarnya.

Kebutuhan SSW di Jepang mencapai 345.150 tenaga kerja. Menaker Hanif berharap, Indonesia dapat memenuhi 20% dari kebutuhan tersebut, atau sekitar 70 ribu tenaga kerja terampil. Selain itu, hubungan kerja sama bilateral itu akan mempererat hubungan kedua negara yang sudah terjalin baik.

Hanif mengatakan, selain SSW, pemerintah Indonesia dan Jepang juga menjalin kerja sama pemagangan (Technical Intern Training Program/TITP). Pemagangan itu dapat memberikan kesempatan bagi kalangan muda Indonesia untuk mendapatkan pengalaman bekerja (workplace-based training).

Sejak 1993, Kemnaker telah memberangkatkan lebih dari 80 ribu peserta magang ke Jepang, dan 60 ribu orang di antaranya telah kembali ke Indonesia. Sisanya sekitar 20 ribu orang masih mengikuti magang.

"Kedua kerangka kerja sama  SSW dan TITP ini harus cepat diimplementasikan guna memberikan manfaat kedua negara," kata Menaker Hanif.

Ia mengapresiasi kontribusi Jepang yang telah berinvestasi dan membuka lapangan kerja di Indonesia sehingga anak-anak muda Indonesia bisa bekerja di perusahaan Jepang yang ada di Indonesia maupun di Jepang itu sendiri. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • prescription meds without the prescription

    <a href="http://canadianpharmaciesoffer.com/">no 1 canadian pharcharmy ...

    View Article
  • khosim

    Have you ever considered about including a little bit more than just your ...

    View Article
  • Cindygocoego

    cialis 20 mg <a href="http://canadianpha.com">cialis canadian ...

    View Article
  • Cindygocoego

    cialis 20 mg <a href="http://canadianpha.com">cialis canadian ...

    View Article