Pandemi Covid-19 Berdampak Kepada 29.12 Juta Penduduk Usia Kerja

By Reaksi Nasional 25 Nov 2020, 15:05:17 WIBNasional

Pandemi Covid-19 Berdampak Kepada 29.12 Juta Penduduk Usia Kerja

Keterangan Gambar : Menaker Ida Fauziah


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA - Pandemi Covid-19 membawa dampak signifikan pada perekonomian dan berimbas pada sektor ketenagakerjaan. Berdasarkan data BPS ada 29.12 juta penduduk usia kerja yang terdampak pandemi Covid-19. Rinciannya adalah 2.56 juta menjadi pegangguran. Kemudian 24.03 juta pekerja mengalami pengurangan jam kerja, 1.77 juta tidak bekerja dan 0.76 juta bukan angkatan kerja.

“Pandemi Covid 19 ini menyebabkan kenaikan jumlah penganggur menjadi 9,7 juta dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 7,07 persen di Indonesia,” kata Menaker Ida saat menjadi keynote speaker pada Peluncuruan Hasil Analisis Dampak Covid-19 Terhadap Perluasan Kesempatan Kerja dan Implikasinya, Selasa (24/11/2020) secara virtual.

Ida mengatakan, pandemi Covid 19 menimbulkan tantangan besar sektor ketenagakerjaan. Selain tantangan itu, ada 57 persen penduduk yang bekerja dengan pendidikan SMP ke bawah (skill terbatas) dan masih tingginya persentase pekerja di sektor informal

Selain berdampak pada perubahan angka statistik ketenagakerjaan, pandemi Covid-19 juga mempercepat proses transformasi ketenagakerjaan yang sudah berlangsung akibat revolusi Industri 4.0. Menurutnya, pandemi tidak hanya membuat industri menerapkan Work From Home tetapi juga mengubah pola konsumsi masyarakat secara luas.

Ia mengatakan, pandemi menuntut masyarakat untuk cepat beradaptasi dengan segala perubahan, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital yang merupakan inti dari revolusi industri 4.0. Teknologi membuat pekerjaan menjadi fleksibel baik secara waktu maupun tempat, sehingga pekerjaan tidak lagi harus dikerjakan dari kantor dengan jam kerja yang monoton. Pandemi membentuk tatanan kehidupan dan dunia kerja baru.

“Ini merupakan dampak dari pandemi yang juga harus diantisipasi  agar kita tidak tertinggal dan salah mengambil langkah untuk menghadapi perubahan yang sangat cepat saat ini. Melihat besarnya dampak yang ditimbulkan maka diperlukan kebijakan untuk menanggulanginya dengan cara mempersiapkan SDM melalui peningkatan kompetensinya,” katanya.

Kemudian, kata Ida, perubahan dan perbaikan juga harus dilakukan pada ekosistem ketenagakerjaan secara keseluruhan baik pada proses penempatan tenaga kerja, pembinaan hubungan industrial dan pengawasan ketenagakerjaan sehingga dapat menjawab tantangan yang muncul di sektor ketenagakerjaan selama dan pascapandemi. (R1)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment