Musisi Jalanan Bogor Unjuk Rasa Kecam RUU Permusikan

By Reaksi Nasional 11 Feb 2019, 17:57:40 WIBJabar dan Banten

Musisi Jalanan Bogor Unjuk Rasa Kecam RUU Permusikan

Keterangan Gambar : Para musisi jalanan Bogor saat untuk rasa. (Foto: Rishad)


Oleh Marihot Pakpahan

REAKSI BOGOR – Ketua Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Bogor, Rizal Ucok mengungkapkan, Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan dikecam dan dikritik tidak cuma dari pemusik mainstream, tetapi juga musisi jalalan seperti mereka.

Mereka mengecam RUU yang dituding membatasi proses kreativitas itu di kawasan Tugu Kujang, Minggu (10/2). Menurut Rizal, tidak hanya aksi damai dan long march dari Tugu Kujang ke Taman Ekspersi Sempur. Dalam waktu dekat, pihaknya juga bakal mendatangi anggota DPRD Kota Bogor guna menyuarakan penolakan RUU Pemusikan.         

Pada aksi damai tersebut, musisi jalanan ini menilai, RUU Permusikan yang awalnya bertujuan untuk mengatur tata kelola industri dan pendidikannya, justru lebih membatasi proses kreatif dan berkesenian seorang musisi.

 “Terkait di pasal 50 RUU Permusikan, di dalamnya ada sebuah pembatasan tentang kebebasaan para musisi dalam menyuarakan isu -isu kesenjangan sosial di tengah masyrakat.  Jika itu dilakukan bisa dipenjarakan. Pasal itu membatasi ruang kreatif para musisi dan seniman,” katanya.

Sementara Heri Syahnilla mengungkapkan aksi ini merupakan gerakan jiwa dari para seniman dan musisi. Mereka ingin mengabarkan bahwa  adanya penolakan keras akan RUU yang menjadi inisiatif DPR RI.  “Cacat dari segi naskah akademik hingga dapat mematikan ekosistem permusikan tanah air. Apalagi ada pasal yang mengatur tentang kebebasan dalam berkarya sehingga sangat merugikan para seniman,” ujar Heri.

Menurutnya, karya seni merupakan kemerdekaan dan sebuah semangat dalam menyuarakan persoalan yang terjadi di masyrakat. Apa yang dilihat dan terjadi, oleh para seniman dan musisi, diimplementasikan dalam sebuah karya. “Ketika ada yang membatasi sebuah ruang gerak kreatif, ini yang menjadi masalah. Kami minta RUU Permusikan dihapus, karena sangat membatasi ruang gerak dalam berkreasi,” tegasnya.

Salah satu musisi jalanan, yang akrab disapa Bonet menuturkan, dalam RUU Permusikan Pasal 5 dan pasal 50 yang mengarah tentang pembungkam suara perlawanan dan kritis, menurutnya terkesan lebih kepada kepentingan politik, bukan kepentingan para seniman dan musisi.

“Seperti dikebiri, tidak bisa menyuarakan perjuangan dan suara hati. RUU terkesan tidak bermutu dan lebih ke arah pembodohan,” cetusnya.(hot)

 

 

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • dielihito

    lara world trav escort paris https://futurethought.info/11541.html acheter verre sake ...

    View Article
  • mexican pharmacies shipping to usa

    <a href="http://canadianonlinepharmacyoffer.com/"&g t;canadian online ...

    View Article
  • international pharmacies that ship to the usa

    <a href="http://canadianonlinepharmacyneo.com/"> top rated online canadian ...

    View Article
  • Best alternatives to Plus500

    Hello there! Do you know if they make any plugins to safeguard against ...

    View Article