Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap, Pengamat: KPK Harus Ungkap Kasus Ini Terang Benderang

By Reaksi Nasional 25 Nov 2020, 14:03:38 WIBNasional

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap, Pengamat: KPK Harus Ungkap Kasus Ini Terang Benderang

Keterangan Gambar : Pengamat hukum dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad


Oleh Bontor
REAKSI JAKARTA- Pengamat hukum dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad, menanggapi terkait tertangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo. Menurut Suparji, pemerintahan Indonesia yang ingin bergeser kepada budaya bebas korupsi masih sangat susah terwujud jika dari para pejabat tinggi masih mempertontonkan kebiasaan untuk melanggar aturan yang ada.
 
"Ya sangat ironis kalo memang ada korupsi," ujar Suparji Ahmad, kepada Renas, saat dihubungi, Rabu (25/11/2020).
 
Meski demikian Suparji menilai ada yang menarik untuk ditunggu dari KPK sendiri yakni konsistensi penegakan hukum.
 
"Menarik menantikan seperti pernyataan ketua KPK ditunggu konsistensi," kata Suparji.
 
Ia menjelaskan, masih banyak faktor yang menjadikan korupsi masih saja terjadi oleh kalangan pejabat. 
 
"Faktor penyebab masih korupsi karena integritas yang belum terbentuk. Ya harus ada sanksi yang tegas supaya ada efek jera. Kemudian ada banyak pengaruh lingkungan pejabat yang bersangkutan," katanya.
 
"Tentunya ada variabel lain. Misalnya faktor budaya anti korupsi di birokrasi yang belum otentik," sambungnya.
 
Dengan masih adanya pejabat yang terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK, Suparji mengatakan bahwa menandakan masih adanya budaya korup didalam figur pejabat negara kita.
 
"Betul, karena ternyata belum selesai dengan urusan privatnya. Masyarakat kebingungan mencari sosok yang memiliki budaya anti korupsi. Susah, masih banyak artifisial," ungkap Suparji.
 
Budaya anti korupsi masih jauh dari jangkauan sebab, menurut Suparji anti korupsi itu masih dianggap sebatas retorika atau ungkapan saja.
 
"Anti korupsi masih cenderung retoris, karena ternyata masih dipraktekkan," imbuhnya.
 
Dikatakannya, faktor cost yang begitu banyak yang dikeluarkan oleh seorang politisi juga dirasakan berpengaruh terhadap kinerja seorang pejabat pemerintah.
 
"Ada kemungkinan itu setidaknya ada tanggung jawab untuk ke depannya yang menuntut biaya. Pejabat tentunya tidak boleh asyik dengan sendirinya tapi harus memikirkan pihak-pihak lain yang berpengaruh," kata Suparji.
 
Dalam hal ini, pemerintah dan partai memiliki pekerjaan rumah yang berat dalam memilih figur pejabat yang baik dalam menjalankan roda pemerintahan.
 
"Konsisten untuk mewujudkan tata kelola negara dan parpol anti korupsi. Selektif pemilihan pejabat. Lakukan pengawasan yang efektif.
 
Selain itu, KPK sebagai instansi pemberantasan korupsi harus melakukan upaya dengan sangat jelas dan transparan dalam memberantas korupsi dengan sebaik-baiknya.
 
"KPK ungkap secara terang benderang kasus ini dengan pendekatan hukum yang independen," pungkas Suparji. 
 
Seperti diketahui, KPK menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (25/11/2020) dini hari.
 
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, membenarkan penangkapan tersebut. Ali mengatakan KPK mengamankan sejumlah pihak di beberapa lokasi diantaranya Jakarta dan Depok Jabar termasuk di Bandara Soekarno Hatta sekitar jam 00.30 wib.
 
"Jumlah yang diamankan petugas KPK seluruhnya saat ini 17 orang, diantaranya adalah Menteri Kelautan dan Perikanan beserta istri dan beberapa pejabat di KKP. Disamping itu juga beberapa orang pihak swasta yang juga diamankan oleh KPK," ujar Ali, kepada Renas, saat dikonfirmasi, Rabu (25/11/2020).
 
"Turut diamankan sejumlah barang diantaranya kartu Debit ATM yang diduga terkait dengan tindak pidana korupsi dan saat ini masih diinventarisir oleh tim," sambungnya.
 
Ali mengatakan, kasus ini di duga terkait dengan proses penetapan calon exportir benih lobster.
 
Saat ini KPK masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap 17 orang tersebut selama 1x24 jam.  (R1)


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment